Tier Data Center
Tier Data Center

Mengenal Tier Data Center dan Tingkatannya

Kebutuhan terhadap penyimpanan dan pengelolaan data terus meningkat.

Perusahaan, instansi pemerintah, hingga penyedia layanan digital membutuhkan infrastruktur yang mampu menjaga data tetap aman dan layanan dapat diakses secara stabil.

Salah satu istilah penting yang digunakan untuk menilai keandalan sebuah pusat data adalah Tier Data Center.

Apa Itu Tier Data Center?

Tier Data Center adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk menggambarkan tingkat keandalan infrastruktur sebuah data center.

Klasifikasi ini membantu perusahaan memahami kemampuan pusat data dalam mendukung operasional, termasuk dari sisi sistem kelistrikan, pendinginan, redundansi, pemeliharaan, dan toleransi terhadap gangguan.

Sistem Tier yang dikembangkan oleh Uptime Institute terdiri dari empat tingkatan, yaitu Tier 1, Tier 2, Tier 3, dan Tier 4.

Setiap tingkatan memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda.

Semakin tinggi tingkat Tier, semakin kompleks pula sistem redundansi dan perlindungan terhadap gangguan yang diterapkan.

Tingkatan Tier Data Center

Tier 1 (Basic Capacity)

Tier 1 merupakan tingkat paling dasar dalam klasifikasi Tier Data Center.

Data center pada tingkat ini memiliki infrastruktur dasar untuk mendukung operasional teknologi informasi.

Umumnya, Tier 1 memiliki satu jalur distribusi daya dan pendinginan tanpa redundansi yang kompleks.

Jika terjadi pemeliharaan atau gangguan pada komponen utama, operasional data center berpotensi mengalami penghentian sementara.

Biasanya sesuai untuk bisnis kecil atau organisasi yang tidak menjalankan layanan digital dengan kebutuhan ketersediaan sangat tinggi.

Tier 2 (Redundant Capacity)

Tingkat keandalan lebih tinggi dibandingkan Tier 2 karena sudah dilengkapi komponen kapasitas yang redundan.

Redundansi dapat diterapkan pada beberapa perangkat penting, seperti UPS, generator, pompa, atau sistem pendingin.

Dengan adanya komponen cadangan, risiko gangguan operasional akibat kerusakan perangkat dapat dikurangi.

Meskipun demikian, Tier 2 masih memiliki keterbatasan karena proses pemeliharaan tertentu dapat memengaruhi operasional data center.

Tier 3 (Concurrently Maintainable)

Tier 3 merupakan salah satu tingkatan Tier Data Center yang banyak digunakan untuk kebutuhan bisnis dan layanan digital dengan tuntutan ketersediaan tinggi.

Keunggulan utama Tier 3 adalah konsep concurrently maintainable. Artinya, komponen infrastruktur dapat menjalani pemeliharaan atau penggantian tanpa harus menghentikan operasional sistem teknologi informasi.

Tier 3 memiliki komponen kapasitas redundan serta jalur distribusi yang mendukung proses pemeliharaan tanpa mengganggu layanan.

Karena itu, Tier 3 banyak dipilih oleh perusahaan, lembaga keuangan, instansi pemerintah, penyedia cloud, dan berbagai organisasi yang membutuhkan layanan stabil.

Tier 4 (Fault Tolerant)

Tier 4 merupakan tingkatan tertinggi dalam klasifikasi Tier Data Center.

Infrastruktur pada tingkat ini dirancang dengan konsep fault tolerant, yaitu mampu menghadapi kegagalan pada komponen atau jalur distribusi tertentu tanpa langsung mengganggu operasional teknologi informasi.

Tier 4 memiliki sistem yang lebih kompleks dengan komponen redundan, jalur distribusi independen, serta pemisahan sistem yang bertujuan meningkatkan ketahanan terhadap gangguan.

Data center Tier 4 umumnya digunakan untuk kebutuhan kritis yang menuntut tingkat keandalan sangat tinggi, seperti sistem keuangan, layanan digital berskala besar, dan infrastruktur penting lainnya.

Perlu dipahami bahwa Tier yang lebih tinggi tidak selalu berarti menjadi pilihan terbaik untuk setiap perusahaan.

Pemilihan Tier Data Center harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional, tingkat risiko, anggaran, dan tingkat kritis layanan yang dijalankan.

Mengapa Tier Data Center Penting?

Tier Data Center memberikan gambaran mengenai kemampuan infrastruktur pusat data dalam menghadapi gangguan dan mendukung keberlangsungan operasional.

Bagi perusahaan, informasi mengenai tingkatan Tier dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih fasilitas data center.

Beberapa manfaat memahami Tier Data Center antara lain membantu menilai tingkat keandalan infrastruktur, mengurangi risiko downtime, mendukung keberlangsungan bisnis, serta menentukan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Namun, klasifikasi Tier berfokus pada karakteristik infrastruktur data center.

Faktor lain seperti keamanan fisik, keamanan siber, kualitas operasional, lokasi, konektivitas jaringan, dan kepatuhan terhadap regulasi juga perlu dipertimbangkan.

Bagaimana Memilih Tier Data Center yang Tepat?

Pemilihan Tier Data Center sebaiknya didasarkan pada kebutuhan bisnis. Untuk sistem yang tidak terlalu kritis, Tier 1 atau Tier 2 mungkin sudah mencukupi.

Sementara itu, perusahaan yang membutuhkan layanan tersedia secara berkelanjutan dapat mempertimbangkan Tier 3.

Untuk sistem dengan tingkat kritis sangat tinggi dan kebutuhan toleransi terhadap kegagalan infrastruktur yang lebih kuat, Tier 4 dapat menjadi pilihan.

Selain melihat klaim tingkat Tier, perusahaan juga sebaiknya memeriksa apakah fasilitas tersebut memiliki sertifikasi resmi yang sesuai.

Hal ini penting karena penggunaan istilah “setara Tier 3” atau “Tier 3 ready” tidak selalu sama dengan fasilitas yang telah melalui proses sertifikasi resmi.

FAQ Seputar Tier Data Center

Apa yang dimaksud dengan Tier Data Center?

Tier Data Center adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk menggambarkan tingkat keandalan infrastruktur sebuah pusat data. Klasifikasi ini terdiri dari Tier 1, Tier 2, Tier 3, dan Tier 4.

Ada berapa tingkatan Tier Data Center?

Terdapat empat tingkatan Tier Data Center, yaitu Tier 1, Tier 2, Tier 3, dan Tier 4. Setiap tingkatan memiliki tingkat redundansi, kemampuan pemeliharaan, dan toleransi terhadap gangguan yang berbeda.

Apa perbedaan Tier 1, Tier 2, Tier 3, dan Tier 4?

Tier 1 merupakan tingkat dasar, Tier 2 memiliki komponen kapasitas redundant, Tier 3 memungkinkan pemeliharaan dilakukan tanpa menghentikan operasional IT.

Sedangkan Tier 4 memiliki kemampuan fault tolerant atau toleransi terhadap kegagalan infrastruktur tertentu.

Tier Data Center mana yang paling tinggi?

Tier 4 merupakan tingkatan tertinggi. Dirancang untuk memberikan tingkat ketahanan dan keandalan infrastruktur yang sangat tinggi.

Apa yang dimaksud dengan Data Center Tier 3 ?

Data Center Tier 3 adalah pusat data yang memiliki karakteristik concurrently maintainable. Artinya, pemeliharaan terencana pada komponen infrastruktur dapat dilakukan tanpa harus menghentikan operasional sistem teknologi informasi.

Apa yang dimaksud dengan Data Center Tier 4?

Data Center Tier IV adalah pusat data dengan karakteristik fault tolerant. Infrastruktur dirancang agar kegagalan pada komponen atau jalur distribusi tertentu tidak langsung menyebabkan terhentinya operasional teknologi informasi.

Apakah Tier 4 selalu lebih baik daripada Tier 3?

Dari sisi tingkat ketahanan infrastruktur, Tier 4 memiliki persyaratan yang lebih tinggi.

Namun, Tier 4 belum tentu menjadi pilihan paling tepat untuk semua perusahaan. Pemilihan Tier sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, tingkat kritis sistem, risiko operasional, dan anggaran.

Apakah Indonesia memiliki Data Center Tier 4?

Ya. Indonesia memiliki sejumlah fasilitas data center yang telah memperoleh sertifikasi Tier IV.

Namun, status sertifikasi dapat berlaku pada fasilitas, fase pembangunan, atau bagian tertentu dari sebuah data center. Karena itu, status sertifikasi sebaiknya diperiksa melalui sumber resmi.

Apakah semua data center yang mengklaim Tier 3 sudah tersertifikasi?

Belum tentu. Istilah seperti “Tier 3 ready”, “setara Tier 3”, atau “designed to Tier 3” tidak selalu berarti fasilitas tersebut telah memperoleh sertifikasi resmi. Penting untuk memeriksa lembaga penerbit dan jenis sertifikasi yang dimiliki.

Siapa yang mengeluarkan sertifikasi Tier Data Center?

Sistem klasifikasi dan sertifikasi Tier yang dikenal secara global dikembangkan oleh Uptime Institute. Sertifikasi dapat mencakup dokumen desain, fasilitas yang telah dibangun, dan aspek keberlanjutan operasional.

Apa perbedaan sertifikasi desain dan fasilitas data center?

Sertifikasi desain menilai dokumen dan rancangan teknis data center.

Sementara itu, sertifikasi fasilitas yang telah dibangun melakukan verifikasi terhadap implementasi infrastruktur fisik berdasarkan persyaratan Tier yang ditentukan.

Bagaimana cara memilih Tier Data Center yang tepat?

Pemilihan Tier Data Center harus mempertimbangkan tingkat kritis aplikasi, kebutuhan ketersediaan layanan, risiko downtime, anggaran, keamanan, lokasi, konektivitas, dan kebutuhan pemulihan bencana.

Untuk banyak kebutuhan bisnis dengan tingkat ketersediaan tinggi, Tier 3 sering menjadi pilihan, sedangkan Tier 4 ditujukan untuk sistem dengan kebutuhan ketahanan infrastruktur yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Indonesia memiliki sejumlah data center dengan sertifikasi Tier 3 dan Tier 4. Beberapa fasilitas Tier 3 berada di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bali, dan Batam.

Sementara itu, sejumlah fasilitas Tier 4 dapat ditemukan di Jakarta, Bekasi, Cikarang, dan Surabaya. Sebelum memilih layanan data center, penting untuk memeriksa tidak hanya tingkat Tier, tetapi juga jenis sertifikasi yang dimiliki oleh fasilitas tersebut.

Daftar dan status sertifikasi dapat berubah seiring pembangunan fasilitas baru atau pembaruan sertifikasi. Oleh karena itu, verifikasi melalui sumber resmi tetap diperlukan.