Single Area OSPF merupakan salah satu metode routing dinamis yang banyak digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan dalam suatu sistem jaringan komputer.
Pada penerapannya, Single Area OSPF menggunakan satu area OSPF, umumnya Area 0 yang dikenal sebagai backbone area.
Konsep ini relatif sederhana sehingga cocok digunakan untuk mempelajari dasar-dasar OSPF maupun diterapkan pada jaringan dengan skala yang tidak terlalu kompleks.
Agar dapat memahami penerapannya dengan lebih baik, konfigurasi Single Area OSPF dapat dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menentukan topologi, memberikan alamat IP, mengaktifkan OSPF, hingga melakukan pengujian konektivitas.
Apa Itu Single Area OSPF?
Single Area OSPF adalah implementasi protokol routing OSPF yang seluruh router-nya berada dalam satu area yang sama.
Dalam konfigurasi sederhana, seluruh router ditempatkan pada Area 0 sehingga setiap router dapat bertukar informasi mengenai kondisi jaringan melalui mekanisme Link-State Advertisement (LSA).
Cara Kerja Single Area OSPF
Secara umum, Single Area OSPF bekerja melalui beberapa proses. Pertama, router mengaktifkan OSPF pada interface yang terhubung ke jaringan.
Router kemudian mengirimkan paket Hello untuk menemukan router OSPF lain yang berada pada jaringan yang sama.
Setelah router menemukan perangkat OSPF lainnya dan parameter yang diperlukan sesuai, keduanya dapat membentuk hubungan neighbor.
Router selanjutnya bertukar informasi topologi melalui LSA. Informasi tersebut digunakan untuk membangun Link-State Database (LSDB).
Setelah LSDB terbentuk, setiap router menjalankan algoritma SPF untuk menentukan jalur terbaik menuju jaringan tujuan.
Hasil perhitungan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam routing table. Apabila terjadi perubahan topologi, informasi OSPF akan diperbarui sehingga router dapat menghitung kembali jalur yang tersedia.

Konfigurasi OSPF
Cisco
R1(config)#router ospf 1 R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255 area 0 R1(config-router)#network 13.13.13.0 0.0.0.255 area 0 R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0 R1(config-router)#exit R2(config)#router ospf 1 R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255 area 0 R2(config-router)#network 13.13.13.0 0.0.0.255 area 0 R2(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0 R2(config-router)#exit R3(config)#router ospf 1 R3(config-router)#network 13.13.13.0 0.0.0.255 area 0 R3(config-router)#network 23.23.23.0 0.0.0.255 area 0 R3(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0 R3(config-router)#exit
Memeriksa Table Routing
Tahap berikutnya adalah memeriksa apakah rute OSPF telah masuk ke routing table.
Cisco
R1(config)#do show ip route
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 23.23.23.0 [110/11] via 13.13.13.3, 00:04:46, FastEthernet1/0
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet0/1
C 192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
13.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 13.13.13.0 is directly connected, FastEthernet1/0
O 192.168.2.0/24 [110/20] via 12.12.12.2, 00:04:46, FastEthernet0/1
O 192.168.3.0/24 [110/11] via 13.13.13.3, 00:04:46, FastEthernet1/0
R2(config)#do show ip route
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/1
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet1/0
O 192.168.1.0/24 [110/11] via 12.12.12.1, 00:00:38, FastEthernet1/0
13.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 13.13.13.0 [110/2] via 12.12.12.1, 00:00:38, FastEthernet1/0
C 192.168.2.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
O 192.168.3.0/24 [110/12] via 12.12.12.1, 00:00:38, FastEthernet1/0
R3(config)#do show ip route
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/1
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 12.12.12.0 [110/11] via 23.23.23.2, 00:09:00, FastEthernet0/1
[110/11] via 13.13.13.1, 00:09:00, FastEthernet1/0
O 192.168.1.0/24 [110/11] via 13.13.13.1, 00:09:00, FastEthernet1/0
13.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 13.13.13.0 is directly connected, FastEthernet1/0
O 192.168.2.0/24 [110/20] via 23.23.23.2, 00:09:00, FastEthernet0/1
C 192.168.3.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
Verifikasi Neighbor OSPF
Setelah konfigurasi OSPF dilakukan, tahap berikutnya adalah memastikan router berhasil membentuk hubungan neighbor.
Cisco
R1(config)#do show ip ospf neighbor Neighbor ID Pri State Dead Time Address 192.168.3.1 1 FULL/DR 00:00:39 13.13.13.3 192.168.2.1 1 FULL/DR 00:00:37 12.12.12.2 R2(config)#do show ip ospf neighbor Neighbor ID Pri State Dead Time Address 192.168.3.1 1 FULL/DR 00:00:32 23.23.23.3 192.168.1.1 1 FULL/BDR 00:00:38 12.12.12.1 R3(config)#do show ip ospf neighbor Neighbor ID Pri State Dead Time Address 192.168.2.1 1 FULL/BDR 00:00:30 23.23.23.2 192.168.1.1 1 FULL/BDR 00:00:38 13.13.13.1
Pengujian Konektifitas
Setelah neighbor dan routing table berhasil diverifikasi, pengujian dapat dilakukan menggunakan perintah ping.
Cisco
Ping pada PC1 ke IP Address 192.168.2.2, 192.168.3.2
PC1> ping 192.168.2.2 84 bytes from 192.168.2.2 icmp_seq=3 ttl=62 time=63.041 ms 84 bytes from 192.168.2.2 icmp_seq=4 ttl=62 time=60.729 ms 84 bytes from 192.168.2.2 icmp_seq=5 ttl=62 time=61.548 ms PC1> ping 192.168.3.2 84 bytes from 192.168.3.2 icmp_seq=3 ttl=62 time=62.714 ms 84 bytes from 192.168.3.2 icmp_seq=4 ttl=62 time=62.573 ms 84 bytes from 192.168.3.2 icmp_seq=5 ttl=62 time=63.180 ms
Ping pada PC2 ke IP Address 192.168.1.2, 192.168.3.2
PC2> ping 192.168.1.2 84 bytes from 192.168.1.2 icmp_seq=3 ttl=62 time=61.984 ms 84 bytes from 192.168.1.2 icmp_seq=4 ttl=62 time=62.166 ms 84 bytes from 192.168.1.2 icmp_seq=5 ttl=62 time=107.817 ms PC2> ping 192.168.3.2 84 bytes from 192.168.3.2 icmp_seq=3 ttl=62 time=77.932 ms 84 bytes from 192.168.3.2 icmp_seq=4 ttl=62 time=78.764 ms 84 bytes from 192.168.3.2 icmp_seq=5 ttl=62 time=78.181 ms
Ping pada PC3 ke IP Address 192.168.1.2, 192.168.2.2
PC3> ping 192.168.1.2 84 bytes from 192.168.1.2 icmp_seq=3 ttl=62 time=57.990 ms 84 bytes from 192.168.1.2 icmp_seq=4 ttl=62 time=62.551 ms 84 bytes from 192.168.1.2 icmp_seq=5 ttl=62 time=63.769 ms PC3> ping 192.168.2.2 84 bytes from 192.168.2.2 icmp_seq=1 ttl=61 time=78.771 ms 84 bytes from 192.168.2.2 icmp_seq=2 ttl=61 time=76.976 ms 84 bytes from 192.168.2.2 icmp_seq=5 ttl=61 time=92.986 ms
Kesimpulan
Single Area OSPF merupakan penerapan OSPF yang menggunakan satu area untuk seluruh router, dengan Area 0 sebagai area yang umum digunakan dalam konfigurasi.
Implementasinya meliputi konfigurasi alamat IP, pengaktifan OSPF, pengaturan jaringan pada area 0, verifikasi neighbor, pemeriksaan routing table, dan pengujian konektivitas menggunakan ping atau traceroute.
Keberhasilan konfigurasi dapat diketahui ketika router berhasil membentuk hubungan neighbor, memperoleh rute OSPF, dan mampu berkomunikasi dengan jaringan tujuan melalui jalur yang dipelajari secara dinamis.
