Dalam jaringan yang menggunakan OSPF (Open Shortest Path First), terutama pada jaringan multi-access seperti Ethernet, setiap router tidak selalu membangun hubungan adjacency penuh dengan seluruh router lain.
OSPF menggunakan mekanisme DR (Designated Router) dan BDR (Backup Designated Router) untuk mengurangi jumlah hubungan dan pertukaran informasi routing.
Melalui manipulasi DR & BDR Routing OSPF, administrator dapat mengatur router mana yang menjadi DR atau BDR berdasarkan kebutuhan jaringan.
Apa Itu DR dan BDR pada OSPF?
DR (Designated Router) merupakan router yang dipilih untuk menjadi pusat pertukaran informasi link-state pada jaringan multi-access. Router OSPF lainnya akan membentuk adjacency dengan DR sehingga proses pertukaran informasi routing menjadi lebih efisien.
Sementara itu, BDR (Backup Designated Router) berfungsi sebagai router cadangan untuk DR. Jika DR mengalami gangguan, BDR dapat mengambil alih peran tersebut sehingga proses routing tetap dapat berjalan tanpa harus melakukan pemilihan dari awal.
Pemilihan DR dan BDR dilakukan berdasarkan OSPF interface priority. Jika nilai priority sama, OSPF menggunakan Router ID sebagai penentu. Router dengan priority lebih tinggi memiliki peluang lebih besar untuk menjadi DR.
Cara Menentukan DR dan BDR
Secara umum, urutan pemilihan DR dan BDR pada OSPF adalah sebagai berikut:
- Router dengan priority OSPF tertinggi dipilih sebagai DR.
- Router dengan priority tertinggi berikutnya dipilih sebagai BDR.
- Jika beberapa router memiliki priority yang sama, Router ID tertinggi menjadi penentun
- Router dengan priority 0 tidak dapat menjadi DR maupun BDR.
- Pemilihan DR dan BDR terjadi melalui proses OSPF Hello pada interface yang terhubung dalam satu segmen jaringan.

Kita tahu bahwa router yang menjadi DR dan BDR mempunyak pekerjaan yang berat dibandingkan router lain. Hal ini dikarenakan seluruh router akan melakukan adjacency dengan DR dan BDR.
Namun ada kalanya dalam sebuah jaringan, router yang memiliki router-id tertinggi justru router dengan resource rendah, sedangkan router dengan resource tinggi memiliki router-id yang lebih rendah.
Hal ini akan menjadikan router dengan resource rendah menjadi DR. Padahal sudah dijelaskan bahwa router yang menjadi DR memiliki beban kerja yang jauh lebih tinggi dibandingkan router lainnya.
Oleh karena itu kita bisa memanipulasi router mana yang akan menjadi DR dan BDR dengan merubah parameter priority pada interface sebuah router. Dimana telah disebutkan bahwa router yang memiliki priority tertinggi akan menjadi DR dan router yang memiliki priority tertinggi kedua akan menjadi BDR.

Dengan parameter router-id seperti diatas, maka R4 akan menjadi dan R3 akan menjadi BDR. Padahal kedua router ini memiliki resource rendah. Sedangkan R1 memiliki resource tinggi dan R2 memiliki resource menegah.
Konfigurasi IP Address, OSPF
R1(config)#int f0/0 R1(config-if)#ip address 123.123.123.1 255.255.255.0 R1(config-if)#no shutdown R1(config-if)#exit R1(config)#router ospf 1 R1(config-router)#router-id 1.1.1.1 R1(config-router)#network 123.123.123.0 0.0.0.255 area 0 R1(config-router)#exit R2(config)#int f0/0 R2(config-if)#ip address 123.123.123.2 255.255.255.0 R2(config-if)#no shutdown R2(config-if)#exit R2(config)#router ospf 1 R2(config-router)#router-id 2.2.2.2 R2(config-router)#network 123.123.123.2 0.0.0.255 area 0 R2(config-router)#exit R3(config)#int f0/0 R3(config-if)#ip add 123.123.123.3 255.255.255.0 R3(config-if)#no shutdown R3(config-if)#exit R3(config)#router ospf 1 R3(config-router)#router-id 3.3.3.3 R3(config-router)#network 123.123.123.0 0.0.0.255 area 0 R3(config-router)#exit R4(config)#int f0/0 R4(config-if)#ip address 123.123.123.4 255.255.255.0 R4(config-if)#no shutdown R4(config-if)#exit R4(config)#router ospf 1 R4(config-router)#router-id 4.4.4.4 R4(config-router)#network 123.123.123.0 0.0.0.255 area 0 R4(config-router)#exit
Verifikasi DR & BDR
Perhatikan uraian berikut yang menunjukan bahwa R4 menjadi DR dan R3 menjadi BDR.
R1#show ip ospf neighbor Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface 2.2.2.2 1 2WAY/DROTHER 00:00:33 123.123.123.2 FastEthernet0/0 3.3.3.3 1 FULL/BDR 00:00:36 123.123.123.3 FastEthernet0/0 4.4.4.4 1 FULL/DR 00:00:31 123.123.123.4 FastEthernet0/0
Kita semua tahu bahwa seharusnya yang menjadi DR adalah R1 dan yang menjadi BDR adalah R2. Karena kita harus meninggikan priority pada R1 dan R2.
R1(config)#int f0/0 R1(config-if)#ip ospf priority 10 R1(config-if)#exit R2(config)#int f0/0 R2(config-if)#ip ospf priority 5 R2(config-if)#exit
Perhatikan bahwa saatini yang menjadi DR adalah 123.123.123.1 (R1) dan yang menjadi BDR adalah 123.123.123.2 (R2). Perlu diketahui bahwa kita perlu melakukan reboot router untuk melihat efek konfigurasi dari priority.
R3#show ip ospf neighbor Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface 1.1.1.1 10 FULL/DR 00:00:30 123.123.123.1 FastEthernet0/0 2.2.2.2 5 FULL/BDR 00:00:33 123.123.123.2 FastEthernet0/0 4.4.4.4 1 2WAY/DROTHER 00:00:30 123.123.123.4 FastEthernet0/0
Kesimpulan
Manipulasi DR & BDR Routing OSPF dapat dilakukan dengan mengatur nilai OSPF interface priority. Priority yang lebih tinggi memberikan peluang lebih besar bagi router untuk menjadi DR, sedangkan priority 0 mencegah router terpilih sebagai DR atau BDR.
Setelah konfigurasi, status DR dan BDR dapat diperiksa menggunakan show ip ospf neighbor. Pengaturan ini memungkinkan administrator menentukan router yang sesuai untuk menjalankan peran DR dan BDR dalam jaringan OSPF.
