Bagi pemilik website, administrator server, maupun penyedia layanan hosting, pengelolaan server menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.
Salah satu tools yang banyak digunakan untuk membantu pengelolaan hosting adalah cPanel WHM.
Namun, masih banyak orang yang belum memahami apa itu cPanel WHM dan bagaimana perannya dalam pengelolaan server.
Secara umum, cPanel WHM merupakan kombinasi sistem manajemen server yang membantu administrator mengatur berbagai akun hosting dalam satu server.
Penggunaannya dapat mempermudah pengelolaan website, domain, database, email, keamanan, hingga sumber daya hosting.
Karena memiliki fungsi yang cukup luas, cPanel WHM banyak digunakan oleh perusahaan hosting, reseller hosting, pengembang web, dan administrator server.
Apa Itu cPanel WHM?
Lalu, apa itu cPanel WHM? cPanel WHM adalah platform pengelolaan hosting yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu cPanel dan WebHost Manager (WHM).
cPanel digunakan untuk mengelola satu akun hosting dan berbagai kebutuhan website di dalam akun tersebut, sedangkan WHM digunakan untuk mengelola server serta banyak akun cPanel.
Dengan demikian, WHM memiliki cakupan pengelolaan yang lebih tinggi dibandingkan cPanel.
Administrator dapat menggunakan WHM untuk membuat, menghapus, dan mengelola akun hosting yang nantinya dapat diakses melalui cPanel masing-masing pengguna.
WHM juga menyediakan berbagai fitur untuk mengatur konfigurasi server, paket hosting, keamanan, DNS, dan sumber daya akun.
Hubungan antara keduanya dapat dianalogikan seperti pengelola gedung dan penghuni gedung, di mana WHM mengatur keseluruhan lingkungan hosting sedangkan cPanel digunakan oleh masing-masing pengguna untuk mengelola website mereka.
Pengertian cPanel WHM
Pengertian cPanel WHM dapat dipahami sebagai sistem administrasi hosting yang memungkinkan pengelolaan server dan akun hosting melalui antarmuka berbasis web.
cPanel berfungsi sebagai control panel untuk pengguna akhir, sedangkan WHM berfungsi sebagai panel administrasi bagi pemilik atau administrator server.
Melalui WHM, administrator dapat menentukan konfigurasi dan sumber daya yang tersedia untuk setiap akun hosting.
Misalnya, administrator dapat membuat paket hosting dengan batas tertentu untuk kapasitas penyimpanan, bandwidth, jumlah database, maupun fitur lainnya.
Setelah akun dibuat melalui WHM, pemilik website dapat masuk ke cPanel untuk mengelola file website, database, email, domain, dan berbagai pengaturan lainnya.
Sistem ini membuat proses pengelolaan banyak website menjadi lebih terstruktur karena administrator tidak perlu mengatur setiap website secara manual melalui server secara langsung.
Cara Kerja cPanel WHM
Cara kerja cPanel WHM dapat dipahami melalui hubungan antara administrator, WHM, server, dan akun cPanel.
Administrator terlebih dahulu mengakses WHM melalui alamat dan port administrasi yang telah dikonfigurasi pada server.
Setelah berhasil login, administrator dapat melakukan berbagai pengaturan server dan membuat akun hosting baru.
Ketika akun hosting dibuat, WHM akan menerapkan konfigurasi yang telah ditentukan, termasuk paket hosting, batas sumber daya, domain, dan pengaturan akun.
Pemilik website kemudian dapat mengakses akun tersebut melalui cPanel untuk mengelola kebutuhan website sehari-hari.
Setiap perubahan yang dilakukan melalui cPanel akan berinteraksi dengan layanan dan sistem yang berjalan pada server hosting.
Secara sederhana, alur cara kerja cPanel WHM dapat digambarkan sebagai berikut:
Administrator → WHM → Server → Akun cPanel → Website
Administrator menggunakan WHM untuk mengatur lingkungan hosting secara keseluruhan. WHM kemudian mengelola akun-akun cPanel yang berada di dalam server.
Pengguna dari masing-masing akun menggunakan cPanel untuk mengelola website, file, database, email, domain, dan layanan lainnya.
Server menjalankan layanan yang diperlukan agar website dapat diakses melalui internet.
Dengan pembagian fungsi tersebut, administrator dapat mengelola banyak akun hosting tanpa harus memberikan akses administrator server kepada setiap pengguna.
Contoh Cara Kerja cPanel WHM
Sebagai contoh, sebuah perusahaan hosting memiliki satu server dan ingin menyediakan hosting untuk 50 pelanggan.
Administrator dapat masuk ke WHM dan membuat paket hosting sesuai kebutuhan pelanggan. Setelah itu, administrator membuat 50 akun cPanel dengan domain masing-masing pelanggan.
Setiap pelanggan memperoleh akses ke akun cPanel mereka sendiri tanpa mendapatkan akses ke WHM.
Pelanggan kemudian dapat mengunggah file website, membuat database, mengatur email, dan melakukan konfigurasi website melalui cPanel.
Sementara itu, administrator tetap dapat mengelola seluruh akun tersebut dari WHM.
Jika salah satu pelanggan membutuhkan kapasitas lebih besar, administrator dapat menyesuaikan paket atau sumber daya akun tersebut melalui WHM.
Kesimpulan
Jadi, apa itu cPanel WHM? cPanel WHM adalah solusi pengelolaan hosting yang menggabungkan cPanel sebagai panel pengguna dengan WHM sebagai panel administrasi server.
Pengertian cPanel WHM dapat dipahami sebagai sistem yang membantu administrator mengelola server sekaligus membuat dan mengatur banyak akun hosting secara terpusat.
WHM memiliki fungsi seperti membuat akun hosting, mengatur paket, mengelola DNS, membantu konfigurasi keamanan, mengatur backup, dan memantau sumber daya server.
Sementara itu, cPanel digunakan oleh pemilik website untuk mengelola file, database, email, domain, dan berbagai kebutuhan website lainnya.
Cara kerja cPanel WHM berlangsung melalui hubungan antara administrator, WHM, server, dan akun cPanel yang saling terintegrasi.

