WordPress Multisite fitur canggih yang memungkinkan kamu menjalankan banyak situs web dari satu instalasi WordPress tunggal.
Fitur ini sangat ideal untuk perusahaan, universitas, jaringan blog, atau siapa pun yang perlu mengelola banyak situs dengan efisien.
Saat mengaktifkan Multisite, kamu dihadapkan pada dua pilihan struktur URL: Sub-Domains (misalnya, SUBDOMAIN.DOMAIN) atau Sub-Directories (misalnya, DOMAIN/SITUS1).
Artikel ini akan memandu langkah demi langkah untuk melakukan Settings WordPress Multisite dengan Sub-Directories.
Stack LNMP sendiri adalah singkatan dari Linux, Nginx, MariaDB/MySQL, dan PHP, yang merupakan fondasi server berkinerja tinggi.
Mengapa Memilih Sub-Directories?
Memilih struktur sub-directory memiliki keunggulan tersendiri. Dari perspektif SEO, semua otoritas backlink dan domain akan terpusat pada satu domain utama.
Ini sangat baik jika kamu membangun sub-situs yang topiknya masih relevan satu sama lain.
Selain itu, pengelolaannya lebih sederhana karena tidak memerlukan konfigurasi wildcard DNS seperti pada sub-domain.
Configuration Block NGINX dan TLS/SSL Cloudflare
TLS/SSL yang digunakan yaitu Cloudflare, pastikan sudah melakukan configuration https pada domain yang digunakan WordPress multisite.
sudo nano /etc/nginx/sites-available/DOMAIN.conf
Script block NGINX sudah menggunakan SSL/TLS Cloudflare.
server {
listen 443 ssl;
server_name DOMAIN www.DOMAIN;
ssl_certificate /etc/ssl/DOMAIN/DOMAIN.cert.pem;
ssl_certificate_key /etc/ssl/DOMAIN/DOMAIN-key.pem;
include /etc/ssl/options-ssl-nginx.conf;
root /var/www/DOMAIN;
index index.php index.html index.htm;
location / {
try_files $uri $uri/ /index.php?$query_string;
}
location ~ \.php$ {
try_files $fastcgi_script_name =404;
include fastcgi_params;
fastcgi_pass unix:/run/php/php8.3-fpm.sock;
fastcgi_index index.php;
fastcgi_param DOCUMENT_ROOT $realpath_root;
fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $realpath_root$fastcgi_script_name;
}
access_log /var/log/nginx/DOMAIN_access.log;
error_log /var/log/nginx/DOMAIN_error.log;
}
server {
listen 80;
server_name DOMAIN www.DOMAIN;
return 301 https:/DOMAIN$request_uri;
}
Cek configuration block NGINX, apakah ada error?
sudo nginx -t
Jika sudah tidak ada error restart service web server NGINX.
sudo systemctl restart nginx
Setting WordPress Multisite Sub-Directories
Buka file configuration WordPress.
sudo nano /var/www/DOMAIN/wp-config.php
Tambahkan configuration WordPress multisite, pasang di atas baris /* That’s all, stop editing! Happy publishing. */
define('WP_ALLOW_MULTISITE', true);
- Login ke dashboard WordPress.
- Buka menu Tools ->Network Setup.
- Pada Addresses of Sites in your Network pilih Sub-directories.
- Klik Install.
Buka kembali file wp-config.php.
sudo nano /var/www/DOMAIN/wp-config.php
Tambahkan konfigurasi wp-config.php.
define( 'MULTISITE', true ); define( 'SUBDOMAIN_INSTALL', false ); define( 'DOMAIN_CURRENT_SITE', 'DOMAIN' ); define( 'PATH_CURRENT_SITE', '/' ); define( 'SITE_ID_CURRENT_SITE', 1 ); define( 'BLOG_ID_CURRENT_SITE', 1 );
Buka file konfigurasi web server block Nginx.
sudo nano /etc/nginx/conf.d/DOMAIN.conf
Tambahkan konfigurasi berikut di dalam blok server.
if (!-e $request_filename) {
rewrite /wp-admin$ $scheme://$host$uri/ permanent;
rewrite ^/[_0-9a-zA-Z-]+(/wp-.*) $1 last;
rewrite ^/[_0-9a-zA-Z-]+(/.*\.php)$ $1 last;
}
Restart Web Server Nginx
sudo systemctl restart nginx
Setelah semuanya selesai, logout dan login kembali WordPress.
Menambah WordPress Multisite Sub-Directories
Melihat daftar semua WordPress, menu My Sites -> Network Admin -> Sites.
Untuk menambah WordPress baru, Klik Add New.
- Site Address (URL): Misal travel
- Site Title: judul website, misal ‘Travel DOMAIN’
- Admin Email: alamat email untuk admin website, bisa menggunakan gmail atau email custom.
- Klik Add Site
Jika ingin masuk dashboard WordPress Travel. Klik menu My Sites -> Network Admin -> Sites, lalu klik Dasboard di bawah URL website. Untuk menambah theme dan plugin harus dilakukan di dashboard website utama.

Kesimpulan
Settings WordPress Multisite dengan Sub-Directories memang memerlukan ketelitian lebih, terutama dalam penyesuaian configuration web server block Nginx.
Dengan struktur sub-directory, kamu membangun jaringan situs yang terpusat, mudah dikelola, dan kuat dari sisi SEO karena seluruh otoritas domain terkonsolidasi.
Fitur Multisite melalui file wp-config.php dan configuration rewrite Nginx yang tepat agar mampu menerjemahkan URL dinamis dari setiap sub-situs ke index.php utama.
Setelah terkonfigurasi dengan benar, stack LNMP yang terkenal dengan performa tinggi akan menjadi fondasi yang solid untuk mengembangkan jaringan situs WordPress kamu yang skalabel, aman, dan efisien tanpa perlu instalasi terpisah.
