Mengganti port default SSH server adalah salah satu langkah keamanan dasar yang sangat direkomendasikan untuk melindungi server kamu dari serangan brute force dan bot otomatis yang biasanya menargetkan port SSH standar (22).
Dalam panduan ini, kita akan membahas cara mengganti port SSH di aaPanel dengan aman.
Mengapa Mengganti Port SSH Default?
Port SSH default (22) adalah target utama bagi penyerang yang mencoba mengakses server secara tidak sah. Dengan mengganti port SSH, kamu dapat:
- Mengurangi log noise dari scan otomatis
- Meningkatkan keamanan melalui obscurity
- Meminimalisir serangan brute force
Langkah-langkah Mengganti Port SSH di aaPanel
Login ke aaPanel
Masuk ke dashboard aaPanel melalui browser web
Akses Menu Firewall
Navigasi ke menu Security atau Firewall, Cari opsi pengaturan SSH, Secara default SSH server menggunakan port 22.

Contoh mengganti Port SSH 22 Menjadi 45231, lalu Save.

Tambahkan Port Baru di Firewall
Sebelum mengubah port SSH, pastikan untuk membuka port baru di firewall:
- Klik Add Port Rule.
- Pilih TCP sebagai protocol
- Masukkan port baru yang ingin digunakan (misalnya: 45231)
- Tambahkan deskripsi (opsional): “SSH Custom Port“
- Klik Confirm

Berikut hasil menambahkan SSH Port Custom pada Firewall aaPanel, Selanjutnya hapus Port Rule 22 pada Firewall.

Pengujian SSH Port Custom aaPanel
Buka aplikasi PuTTy atau sejenisnya untuk melakukan Remote SSH ke server, login ssh menggunakan port 22 default, pastikan tidak bisa login.
Selanjutnya Remote SSH Server dengan Port Custom 45231, pastikan bisa login. Jika menggunakan SSH Key masukan ulang private key ke ssh client.

Kesimpulan
Mengganti port SSH aaPanel adalah langkah keamanan sederhana namun efektif. Dengan mengikuti panduan ini, kamu dapat mengurangi risiko serangan otomatis dan meningkatkan keamanan server secara signifikan.
Selalu ingat untuk testing koneksi sebelum menutup sesi SSH lama dan selalu backup konfigurasi sebelum melakukan perubahan.

