Docker telah merevolusi cara kita mengembangkan, mengemas, dan men-deploy aplikasi. Namun, mengelola container Docker melalui command line interface (CLI) bisa menjadi rumit, terutama bagi tim yang besar atau developer pemula.
Di sinilah hadir sebagai solusi antarmuka web berbasis GUI yang memudahkan management docker container dengan portainer.
Apa itu Portainer?
Portainer adalah open-source management tool yang menyediakan antarmuka grafis intuitif untuk mengelola lingkungan Docker dan Kubernetes.
Dengan Portainer, kamu dapat mengelola container, images, volume, network, dan stack Docker tanpa perlu menghafal perintah CLI yang kompleks.
Keuntungan Menggunakan Portainer untuk Docker Management
1. Kemudahan Penggunaan
- Antarmuka web yang user-friendly
- Tidak memerlukan keahlian CLI tingkat lanjut
- Visualisasi status container yang real-time
2. Efisiensi Waktu
- Manajemen multi-container dalam satu dashboard
- Deployment aplikasi dengan beberapa klik
- Monitoring resource penggunaan secara visual
3. Keamanan dan Kontrol
- Role-based access control (RBAC)
- Audit log untuk aktivitas container
- Management user dan permission yang terpusat
Install Portainer
Pastikan docker container sudah terinstall dan berjalan pada server atau vps. Update dan Package dengan menjalankan perintah.
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
Create Docker Volume Portainer
Buat volume pada docker yang digunakan untuk menyimpan file-file portainer.
sudo docker volume portainer_data

Membuat Container Portainer
Setelah membuat volume untuk portainer, tahap selanjutnya membuat container portainer. tunggu sampai proses pembuatan container selesai.
sudo docker run -d -p 8000:8000 -p 9443:9443 –name portainer –restart=always -v /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock -v portainer_data:/data portainer/portainer-ce:latest

Cek kembali apakah container portainer sudah berjalan dengan STATUS Up
sudo docker container ls

Membuat Password User Admin Portainer
Akses IP Public yang menjalankan container portainer https://IP_Public:9443 pada browser. Selanjutnya akan ditampilan halaman register user administrator.

Membuat dan Menjalankan Container
Taha selanjutnya pengujian Portainer, membuat sebuah container yang menjalankan web server nginx. Masuk Menu Environment.

Pilih local – Live connect.

Untuk menjalankan Nginx dengan docker. Pilih Menu Containers – Add container. Masukan Name container, contoh disini “webNginx“.
Image nginx yang digunakan untuk dijalankan di container versi nginx:latest atau versi terakhir.

Agar container nginx bisa diakses dari browser atau internet. Kamu harus konfigurasi Network ports configuration. yaitu Host Port 8080 dan Port Container Nginx port 80.
Artinya container nginx berjalan di port 80, Port 8080 digunakan agar bisa diakses dari browser atau internet.

Berikut hasil membuat container nginx di portainer dengan state running.

Untuk pengujian web server nginx akses url http://IP_Public:Port_Host, Pastikan muncuk halaman “Welcome to nginx“.

Portainer merupakan tool yang sangat powerful untuk mempermudah management Docker container, disinilah Management Docker Container dengan Portainer berperan.
Dengan antarmuka grafis dan fitur yang lengkap, Portainer membantu tim developer dan operations mengelola lingkungan container dengan lebih efisien, mengurangi kompleksitas, dan meningkatkan produktivitas.

