LOMP adalah singkatan dari Linux, OpenLiteSpeed, MariaDB/MySQL, dan PHP, sebuah alternatif populer untuk stack LAMP tradisional.
Perbedaan utama Install WordPress di Stack LOMP pada web server, alih-alih menggunakan Apache, LOMP menggunakan OpenLiteSpeed, web server berkinerja tinggi yang kompatibel dengan .htaccess dan menawarkan fitur caching bawaan.
Keunggulan OpenLiteSpeed untuk WordPress
- Performansi Tinggi, OpenLiteSpeed dikenal dengan kecepatan dan efisiensi sumber dayanya
- Kompatibilitas, Mendukung aturan rewrite Apache (.htaccess)
- Caching Bawaan, LiteSpeed Cache untuk optimasi WordPress
- HTTP/3 Support, Dukungan protokol terbaru
- Manajemen Mudah, Panel administrasi web-based
Membuat Database WordPress
Login database mariaDB
mariadb -u root -p
Membuat database untuk WordPress
CREATE DATABASE WordPressLOMP;
Membuat user baru untuk WordPress
CREATE USER ‘userDBwpLomp’@’localhost’ IDENTIFIED BY ‘userPwd+WP+LOMP’;
Menambahkan permission CRUD pada user database
GRANT ALL PRIVILEGES ON WordPressLOMP.* TO ‘userDBwpLomp’@’localhost’;
Memuat ulang permission user
FLUSH PRIVILEGES;
EXIT
Install Memcached Caching Query Database
Agar server tidak terbebani oleh queary database, yang mengakibatkan WordPress tidak bisa diakses, kita akan menginstall memcached sebagai caching.
sudo apt install memcached libmemcached-tools -y
Download File CMS WordPress
Unduh file CMS WordPress Lastest
wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
Hapus file-file pada directory tempat menyimpan source code, contoh remove file php berisi script module phpinfo().
sudo rm /usr/local/lsws/Domain-atau-Subdomain/index.php
Extract file wordpress lalu simpan ke /usr/local/lsws/Domain-atau-Subdomain/
sudo tar -xvzf latest.tar.gz –strip-components=1 -C /usr/local/lsws/Domain-atau-Subdomain/
Ubah User dan Group di directory /usr/local/lsws/Domain-atau-Subdomain
chown -R nobody:nogroup /usr/local/lsws/Domain-atau-Subdomain
Rewrite Rules OpenLiteSpeed WordPress
Masuk Virtual Hosts -> Pilih Virtual Hosts List -> Rewrite -> Edit Rewrite Rules. Tambahkan script dibagian paling bawah kolom Rewrite Rules.
# BEGIN WordPress
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^/index.php$ – [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
# END WordPress

Configuration WordPress
Akses domain/subdomain pada browser yang digunakan untuk WordPress.

Masukan Database Name, Username, dan Password. Sebelumnya kita buat

Klik, Run the installation

Isikan kolom Site Title, Username, password, dan Email untuk digunakan WordPress.

CMS WordPress Success Installed di Stack LOMP. Klik Log In

Berikut Dashboard dari CMS WordPress.

Setelah proses instalation CMS WordPress selesai, selanjutnya ubah permission user database full menjadi CRUD.
GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON WordPressLOMP.* TO ‘userDBwpLomp’@’localhost’;
FLUSH PRIVILEGES;
EXIT
Memasang Plugin LiteSpeed Cache
Agara memcahed bisa digunakan sebagai caching query database wordpress, kita harus menginstall plugin.
Pada Dashboard WordPress -> Plugin -> Add Plugin -> Pada Kolom Search Plugins Masukan “LiteSpeed Cache“, lalu install dan Active.

Cek status memcached apakah sudah terhubung dengan plugin LiteSpeed WordPress, LiteSpeed Cache -> Cache -> Object -> ON. Save Changes

Instalasi WordPress di stack LOMP menawarkan kombinasi sempurna antara performa tinggi dan kemudahan penggunaan.
Dengan OpenLiteSpeed sebagai web server, kamu mendapatkan solusi yang lebih cepat dari Apache namun tetap menjaga kompatibilitas dengan fitur-fitur WordPress yang sudah familiar.
Stack LOMP sangat cocok untuk; Website WordPress dengan traffic tinggi, E-commerce, Membership, berita dan media.
Dengan panduan Install WordPress di Stack LOMP ini, kamu seharusnya sudah berhasil menginstal WordPress.
Selalu ingat untuk melakukan backup sebelum melakukan perubahan signifikan dan tetap update dengan versi terbaru dari semua komponen untuk keamanan dan stabilitas optimal.

