Dalam pengelolaan website sehari-hari, transfer file antara komputer lokal dan server adalah aktivitas yang tidak bisa dihindari.
Baik untuk meng-upload script, mengganti tema, atau sekadar mengedit file konfigurasi, kamu memerlukan akses ke file system server.
Fastpanel, sebagai kontrol panel modern yang ringan dan cepat, menyediakan dukungan penuh untuk dua protokol transfer file paling populer: FTP dan SFTP .
Meskipun namanya mirip, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam hal keamanan.
Artikel ini akan membahas perbedaan tersebut, serta panduan lengkap cara membuat dan menggunakan FTP dan SFTP di Fastpanel.
Memahami Perbedaan FTP dan SFTP
Sebelum masuk ke panduan teknis, penting untuk memahami perbedaan antara FTP dan SFTP. FTP adalah protokol lama yang mentransfer data dalam format teks yang tidak terenkripsi .
Ini berarti siapa pun yang bisa “mengendus” jaringan kamu (melalui serangan Man-In-The-Middle) berpotensi melihat username, password, dan data yang di transfer.
Di sinilah SFTP hadir sebagai solusi. Berbeda dengan FTP, SFTP (SSH File Transfer Protocol) berjalan di atas protokol SSH (Secure Shell) , yang berarti semua koneksi dan data yang dikirim terenkripsi .
Ini menjamin keamanan informasi kamu. Keuntungan lain dari SFTP adalah kemudahannya dalam konfigurasi firewall karena hanya membutuhkan satu koneksi (umumnya port 22), berbeda dengan FTP yang membutuhkan port terpisah untuk data dan kontrol .
Fastpanel mendukung kedua protokol ini dengan implementasi yang sedikit berbeda untuk SFTP, yang akan kita bahas nanti.
Membuat Akun FTP di Fastpanel
FTP tetap menjadi pilihan banyak pengguna karena kesederhanaannya. Di Fastpanel, proses pembuatan akun FTP sangatlah intuitif. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Login ke Fastpanel. Navigasi ke Menu FTP. Setelah masuk, buka menu Management di sisi kiri, lalu pilih submenu FTP Accounts .

Buat Akun Baru. Klik tombol New account untuk membuka formulir pembuatan akun .

Isi Detail Akun. Kamu akan diminta untuk mengisi beberapa informasi penting:
- Login: Tentukan username untuk akun FTP ini. Pastikan tidak menggunakan spasi atau karakter khusus .
- Password: Buat password yang kuat. Fastpanel biasanya merekomendasikan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Kamu bisa menggunakan fitur Generate untuk membuat password acak yang aman .
- Website: Pilih website mana yang ingin diakses oleh akun FTP ini. Setelah memilih website, Home directory biasanya akan terisi otomatis mengarah ke folder file website tersebut .
- Permissions: Tentukan tingkat akses pengguna. Pilih Allow all jika pengguna perlu meng-upload, mengedit, dan menghapus file. Pilih Read only jika pengguna hanya boleh melihat dan mengunduh file tanpa bisa mengubahnya .

Simpan Akun. Setelah semua data terisi dengan benar, klik tombol Save. Akun FTP sekarang sudah aktif dan siap digunakan .
Berikut hasil membuat account ftp pada fastpanel.

Izinkan Port 21 (FTP) Firewall Fastpanel
Masuk menu Management disebelah, Klik Submenu Firewall.

Pengujian FTP Fastpanel
Buka aplikasi WinSCP, untuk FTP Client. Isikan kolom berikut;
- File Protocol: FTP
- Encryption: No Encryption
- Host name: IP Public Fastpanel
- Username: Account FTP
- Password: Password Account FTP
Klik Login

Berikut hasil akses FTP Server fastpanel, default masuk directory source code WordPress.

SFTP (Secure File Transfer Protocol)
Secara default, ketika kzmu menginstal Fastpanel, server FTP (proFTPd) sudah terinstal .
Namun, untuk SFTP, ada dua cara untuk mengaksesnya, dan Fastpanel menawarkan opsi yang lebih aman tanpa harus memberikan akses SSH penuh kepada pengguna.
Fastpanel mengimplementasikan SFTP dengan cara yang lebih elegan dan aman, yaitu dengan menggunakan modul mod_sftp untuk server proFTPd.
Metode ini memungkinkan pengguna terhubung via SFTP tanpa mendapatkan akses shell (SSH) ke server .
Ikuti langkah ini untuk mengaktifkan SFTP di Fastpanel
Instal Modul SFTP. Masuk ke Fastpanel sebagai admin. Buka menu “Applications” (Aplikasi). Cari dan instal modul “SFTP” .

Setelah instalasi berhasil, menu SFTP akan muncul di Management dan Site Card Di sinilah kamu dapat membuat dan mengelola akun SFTP khusus untuk website tersebut .

Perhatikan Port Koneksi. Fastpanel menggunakan port non-standar untuk SFTP, yaitu port 2222 . Ini adalah informasi yang harus kamu ingat saat konfigurasi client SFTP.

Membuat Account SFTP
Klik menu + New account untuk membuat user SFTP Fastpanel. Sama seperti membuat account FTP langkah-langkahnya.

Allow Port 2222 SFTP
Masukan ke firewall fastpanel pada, ijinkan port 2222/ SFTP.

Test SFTP Server Fastpanel
Configuration WinSCP SFTP, sama saja seperti FTP yang membedakan File Protocol dan Port Number. Login

Directory WordPress berhasil di akses menggunakan SFTP Client.

Kesimpulan
Fastpanel memudahkan pengelolaan akses file untuk website kamu melalui FTP dan SFTP.
Dengan memahami perbedaan mendasar antara kedua protokol ini, kamu dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan keamanan.
Untuk transfer file biasa di jaringan lokal yang aman, FTP mungkin sudah cukup. Namun, untuk semua skenario lain, terutama yang melibatkan internet publik, sangat direkomendasikan untuk menggunakan SFTP di port 2222 yang disediakan Fastpanel demi menjaga kerahasiaan dan integritas data kamu.
Selalu gunakan password yang kuat dan kelola izin pengguna dengan bijak untuk menjaga keamanan server.
