Sebelum kita membahas apa itu routing protocol, maka kita akan membahas apa itu routing dan apa itu protocol. Tentu kita sering mendengar kata protokol, seperti protokol upacara.
Dimanapun upacara dilakukan, aturannya tetap sama, sehingga ketika kita mengikuti upacara pada tempat lain kita tetap bisa mengikutinya dengan baik, karena aturan dan cara upacaranya yang sama seperti yang kita lakukan.
Routing Protocol
Dari penjelasan analogi diatas muncul pertanyaan, apa itu protocol? Secara umum protocol berarti seperangkat aturan agar sesuatu yang dikerjakan bisa berjalan dengan baik.
Dalam dunia komputer, protocol digunakan agar suatu proses bisa berjalan dengan baik walaupun antar perangkat dengan tipe dan vendor yang berbeda.
Sedangkan routing adalah proses dalam menemukan rute untuk memilih jalur atau rute terbaik pada sebuah network agar paket bisa sampai ke tujuan.
Berdasarkan analogi dan penjelasan diatas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa routing protocol adalah aturan yang digunakan dalam proses routing agar sebuah router bisa berkomunikasi dengan router lainnya dan saling bertukar informasi routing.
Informasi routing ini digunakan oleh router untuk mengetahui dan menentukan rute dalam pengiriman suatu paket.
Jenis-Jenis Routing Protocol

Routing protocol terbagi dua, yakni interior routing protocol atau dikenal dengan sebuag IGP (Interior Gateway Protocol) dan exterior routing protocol atau dikenal dengan sebutan EGP (Exterior Gateway Protocol ).
Interior routing protocol digunakan pad router yang berada dalam satu AS atau administrasi sistem yang sama.
Artinya semua perangkat tersebut dikelola oleh seorang administrator jaringan yang sama, sementara exterior routing protocol digunakan pada router yang berbeda dalam AS yang berbeda.
Pada pembagian interior routing protocol terdapat routing static dan routing dynamic. Pada routing static, penentuan rutenya dilakukan secara manual, artinya jika terdapat sepuluh jalur untuk menuju destination, maka kita harus menginputkan kesepuluh route tersebut secara manual.
Sedangkan pada routing dynamic, penentuan rute dilakukan secara dynamic, artinya kita tidak peru menginputkan route secara manual. Kita cukup mendaftarkan network yang terhubung langsung (Directly Connected), Kemudian router akan melakukan pertukaran informasi routing secara otomatis dan tabel routing pun akan terbentuk secara otomatis.
1. Distance Vector Routing Protocol
Telah dibahas pada sub bab seblumnya, bahwa terdapat dua tipe dynamic routing protocol yang digunakan pada IGP, yaitu :
- Distance Vector
- Link State
Routing protocol yang masuk dalam distance vector routing protocol adalah:
- RIP (Routing Information Protocol)
- EIGRP (Enchanced Interior Gateway Routing Protocol)
Pada sub bab ini, kita akan fokus mempelajari tentang distance vector routing protocol.
Dilihat dari namanya, Distance artinya seberapa jauh jarak untuk mencapai suatu network (direpresentasikan sebagai hop count). dan Vector artinya kemana arah yang harus dituju untuk mencapai suatu network (direpresentasikan sebagai gateway).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa distance vector routing protocol hanya mengetahui arah untuk menuju suatu network dan jaraknya (hop count). Jalur yang memiliki hop count terkecil akan menjadi best path.

Kita akan melihat dari sisi R1. R1 mempunyai dua jalur yang bisa digunakan untuk mencapai network 192.168.10.0/24. Berikut informasi tentang jalur tersebut.

Perhatikan jalur yang melewati R2 memiliki hop count 3, sedangkan jalur yang melewati R4 memiliki hop count 2. Dari informasi tersebut, maka R1 akan menggunakan jalur yang melewati R4 sebagai best path dan akan dicopy ke tabel routing.
Sedangkan jalur yang melwati R2 hanya akan menjadi backup serta tidak akan dicopkan ke tabel routing kecuali jalur utama mati (down).
2. Link State Routing Protocol
Sebelumnya telah dijelaskan tentang distance vector routing protocol. Disebutkan bahwa distance vector hanya mengetahui jarak dan arah untuk menuju suatu network serta tidak mengetahui topologi jaringan secara menyeluruh.
Link state routing protocol berbeda. Sesuai dengan namanya, link state yang artinya status dari link, routing protocol ini mampu mengetahui topologi jaringan secara menyeluruh, termasuk status dari setiap link yang dimiliki oleh setip router dalam jaringan.
Setiap router yang menjalankan link state routing protocol akan mengetahui status dari setiap link yang dimiliki oleh setiap router dalam jaringan. Diantaranya adalah IP network, interface, cost, serta status dari link tersebut.

Kita akan melihat dari sisi R1. R1 akan memiliki tiga informasi tentang status link dalam jaringan diatas. Yaitu link antara R1 – R2, R2 – R3, dan link antara R3 – Client. Berikut informasi yang dimiliki R1 secara lengkap.

Dengan bermodalkan informasi yang lengkap tentang seluruh link dalam jaringan ini, link state routing protocol akan menentukan jarak terbaik (Best Path) untuk menuju suatu network menggunakan algoritma SPF (Short Path First).
Dimana algoritma SPF tersebut mengadopsi sebuah algoritma yang diciptakan oleh Edsger W. Djikstra yang kemudian populer dengan nama algoritma djikstra.
Distance Vector Vs Link State
Distance vector dan link state routing protocol mempunyai karakteristik, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Berikut tabel yang menunjukan perbandingan dari dua tipe routing protocol ini.

