Bagi yang familiar dengan komputasi awan, Apa itu AWS ? tentu sudah tidak asing. Apa itu AWS ? adalah platform layanan komputasi cloud yang disediakan oleh Amazon.
Sebagai platform cloud yang sangat komprehensif, Amazon Web Services (AWS) menyediakan ratusan layanan andalan di dalam satu ekosistem.
Tertarik untuk menjelajahi Apa itu AWS ? lebih dalam? kamu berada di tempat yang tepat! Melalui artikel ini, kami akan memandu kamu memahami semua Apa itu AWS yang perlu dikuasai.
Mulai dari pengertian, jenis layanan, model Penerapan AWS, Kelebihan, Location Data Center dan Metode Pembayaran. Yuk langsung saja kita mulai!
Apa itu AWS?
AWS (Amazon Web Services) adalah platform layanan komputasi awan (cloud computing) yang disediakan oleh Amazon.
AWS menyediakan lebih dari 200 layanan lengkap yang mencakup kebutuhan komputasi, penyimpanan, database, jaringan, analytics, machine learning, dan keamanan semuanya dijalankan di infrastruktur cloud.
Jenis Layanan Amazon Web Service
AWS memiliki ratusan layanan, tetapi semuanya dapat dikelompkkan ke dalam beberapa pilar fundamental. Berikut adalah jenis layanan AWS yang paling umum dan penting untuk diketahui:
Compute
Layanan untuk menjalankan aplikasi dan workload.
- Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Server virtual (instance) yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan. Ini adalah inti dari layanan komputasi AWS.
- AWS Lambda, Serverless computing untuk menjalankan kode tanpa perlu menyediakan atau mengelola server. kamu hanya membayar waktu eksekusi kode.
- Amazon Lightsail, Layanan yang sederhana untuk proyek kecil, menyediakan VPS (Virtual Private Server) dengan harga tetap.
- AWS Elastic Beanstalk, Layanan untuk dengan mudah mendeploy dan menskalakan aplikasi web tanpa perlu memahami infrastruktur yang mendasarinya.
- AWS Batch, Menjalankan pekerjaan komputasi batch dalam skala apa pun.
Storage
Layanan untuk menyimpan, mengakses, dan mencadangkan data.
- S3 (Simple Storage Service), Penyimpanan objek yang sangat skalabel dan tahan lama untuk menyimpan data apa pun, seperti file, gambar, dan video.
- EBS (Elastic Block Store), Penyimpanan blok yang dapat dilekatkan ke instance EC2, seperti hard disk virtual.
- EFS (Elastic File System), Penyimpanan file yang skalabel dan dapat dibagikan ke beberapa instance EC2 secara bersamaan.
- AWS Storage Gateway, Jembatan yang menghubungkan lingkungan on-premise dengan penyimpanan cloud AWS.
Database
Layanan untuk menjalankan berbagai jenis basis data.
- RDS (Relational Database Service), Mengelola basis data relasional (seperti MySQL, PostgreSQL, SQL Server, Oracle) dengan mudah.
- DynamoDB, Basis data NoSQL yang cepat dan fleksibel untuk aplikasi yang membutuhkan kinerja milidetik pada skala apa pun.
- Redshift, Layanan data warehouse untuk menganalisis data dalam skala petabyte menggunakan SQL.
- Aurora, Mesin basis data relasional yang kompatibel dengan MySQL dan PostgreSQL, dengan performa dan keandalan tinggi.
Content Delivery Network
Layanan untuk menghubungkan dan mengamankan sumber daya, serta mengirimkan konten dengan cepat.
- Amazon VPC (Virtual Private Cloud), Membuat jaringan virtual yang terisolasi secara logis di cloud AWS.
- Amazon Route 53, Layanan DNS (Domain Name System) yang skalabel dan sangat andal untuk mengarahkan lalu lintas internet.
- AWS CloudFront, Jaringan pengiriman konten (CDN) untuk mendistribusikan konten (seperti website, video, API) secara global dengan latensi rendah.
- ELB (Elastic Load Balancing), Mendistribusikan lalu lintas aplikasi secara merata di beberapa target (seperti EC2 instance).
Security, Identity and Compliance
Layanan untuk mengamankan data dan sumber daya kamu.
- IAM (Identity and Access Management), Mengontrol akses pengguna dan sumber daya ke layanan AWS secara aman.
- KMS (Key Management Service), Membuat dan mengelola kunci enkripsi untuk melindungi data.
- Shield, Layanan Distributed Denial of Service (DDoS) yang melindungi aplikasi web yang berjalan di AWS.
- WAF (Web Application Firewall), Melindungi aplikasi web dari eksploitasi web yang umum.
Management and Governance
Layanan untuk memantau dan mengelola infrastruktur kamu.
- Amazon CloudWatch, Layanan pemantauan untuk sumber daya AWS dan aplikasi yang dijalankan di atasnya.
- CloudTrail, Mencatat dan memantau aktivitas API di akun AWS untuk keperluan audit, kepatuhan, dan keamanan.
- Config, Melacak konfigurasi sumber daya AWS kamu dan mengevaluasi perubahan terhadap aturan yang kamu tetapkan.
- Auto Scaling, Secara otomatis menyesuaikan kapasitas untuk mempertahankan performa yang stabil dengan biaya terendah.
Machine Learning and Artificial Intelligence
Layanan yang membawa kemampuan kecerdasan buatan ke aplikasi kamu.
- SageMaker, Membantu developer dan data scientist membangun, melatih, dan mendeploy model machine learning dengan cepat.
- Recognition, Analisis gambar dan video secara mendalam menggunakan deep learning.
- Polly, Layanan Text-to-Speech yang mengubah teks menjadi ucapan yang natural.
- Lex, Teknologi yang sama dengan Alexa untuk membangun chatbot dan asisten virtual.
Analytics
Layanan untuk menganalisis data dalam jumlah besar.
- Amazon Athena, Layanan query interaktif yang memungkinkan kamu menganalisis data di Amazon S3 menggunakan SQL standar.
- Amazon EMR (Elastic MapReduce), Memproses sejumlah besar data dengan mudah menggunakan framework seperti Apache Spark dan Hadoop.
- AWS Glue, Layanan ETL (Extract, Transform, Load) yang mempersiapkan dan memuat data untuk dianalisis.
- Amazon Kinesis, Memproses dan menganalisis data streaming secara real-time.
Internet of Things
Layanan untuk menghubungkan dan mengelola perangkat IoT.
- AWS IoT Core, Memungkinkan perangkat IoT terhubung secara aman dan berinteraksi dengan layanan cloud AWS.
Application and Integration
Layanan untuk membangun aplikasi yang terpisah dan dapat diskalakan.
- Amazon SQS (Simple Queue Service), Layanan antrian pesan yang terpisah untuk mengintegrasikan dan mendecouple komponen aplikasi.
- Amazon SNS (Simple Notification Service), Layanan untuk mengirim notifikasi (push email, SMS, dll) dari aplikasi.
- AWS Step Functions, Mengoordinasikan komponen aplikasi yang terpisah menjadi workflow yang visual.
Model Penerapan AWS
Secara umum, model penerapan di AWS dapat dibagi menjadi tiga kategori utama, berdasarkan seberapa much kamu mengelola infrastrukturnya dan di mana infrastruktur itu berada.
1. Shared Responsibility Model
Model ini berkaitan dengan tingkat tanggung jawab kamu Vs tanggung jawab AWS.
Infrastructure as a Service (IaaS)
Kamu menyewa infrastruktur dasar (server, jaringan, penyimpanan). Kamu mengelola OS, runtime, dan aplikasi. AWS mengelola fisiknya.
Platform as a Service (PaaS)
Kamu fokus pada pengembangan dan deployment aplikasi. AWS mengelola infrastruktur, OS, dan runtime.
Software as a Service (SaaS)
Kamu menggunakan perangkat lunak yang sudah jadi yang di-host di cloud AWS. Kamu hanya peduli dengan pengaturan dan data.
2. Berdasarkan Lokasi dan Kepemilikan Infrastruktur
Model ini menentukan di mana dan bagaimana infrastruktur cloud kamu dijalankan.
Cloud Publik (Public Cloud)
Sumber daya (server, penyimpanan) dimiliki dan dioperasikan oleh AWS, dan dibagikan ke banyak organisasi (“multi-tenant”). Kamu mengaksesnya melalui internet.
Cloud Hybrid (Hybrid Cloud)
Menghubungkan infrastruktur cloud publik (seperti AWS) dengan infrastruktur on-premise (data center pribadi) kamu. Keduanya terintegrasi dan berbagi data/workload.
Cloud Pribadi (Private Cloud)
Infrastruktur cloud yang didedikasikan untuk satu organisasi saja. Bisa di-host on-premise (di data center milik sendiri) atau di cloud AWS (sebagai lingkungan terisolasi).
Berdasarkan Pola Arsitektur dan Tujuan Bisnis
Ini adalah pola-pola spesifik bagaimana kamu membangun solusi di AWS.
Lingkungan Berbasis Cloud-Native
Aplikasi dirancang dari awal untuk berjalan di cloud. Menggunakan layanan mikroservices, container, dan serverless.
Migrasi “Lift-and-Shift”
Memindahkan aplikasi dan server yang ada dari data center on-premise ke cloud AWS dengan sedikit atau tanpa modifikasi.
Arsitektur Multi-Cloud dan Hybrid
Menjalankan workload di lebih dari satu cloud provider (misalnya, AWS dan Microsoft Azure), seringkali digabungkan dengan on-premise.
Kelebihan AWS
Setelah memahami pengertian dan berbagai jenis layanannya, berikut adalah dua kelebihan utama yang ditawarkan oleh Amazon Web Services (AWS).
Skalabel dan Dapat Diadaptasi
Fleksibilitas biaya AWS yang disesuaikan dengan kebutuhan menjadi alasan utama popularitasnya di kalangan UMKM dan startup.
Platform ini ideal untuk membangun bisnis dari nol karena menyediakan semua alat yang diperlukan untuk memulai komputasi cloud.
Selain itu, AWS menawarkan layanan migrasi berbiaya rendah untuk memindahkan infrastruktur dengan mudah.
Model bisnisnya yang fleksibel juga menghemat waktu perencanaan anggaran, karena kamu hanya perlu membayar sumber daya yang benar-benar digunakan.
Aman dan Terpecaya
Dari perspektif keamanan, Amazon Web Services (AWS) memberikan tingkat perlindungan yang lebih komprehensif apabila dibandingkan dengan banyak penyedia layanan hosting konvensional maupun infrastruktur on-premise.
AWS mengoperasikan sejumlah besar pusat data yang tersebar di berbagai belahan dunia, dengan sistem pemantauan dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Untuk memitigasi risiko, data pengguna disimpan secara terdistribusi di beberapa pusat data.
Berlandaskan pengalaman operasional Amazon yang mumpuni di bidang komputasi awan, data yang residens di dalam pusat data AWS terlindungi dari berbagai gangguan dan dapat dipulihkan dengan efisiensi tinggi.
Selain dua kelebihan utama tadi, AWS juga dilengkapi dengan berbagai keunggulan lain, seperti:
- Customizable : AWS memungkinkan pengguna untuk menggunakan model pemrograman, sistem operasi, database, dan arsitektur sesuai dengan kebutuhan.
- Pay-as-you-go : Amazon web services juga memungkinkan kamu untuk membayar resources yang kamu gunakan, tanpa uang muka atau komitmen jangka panjang.
- Managed : Kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk menjalankan dan memelihara server di data center.
- Scope yang luas : Aws memungkinkan kamu untuk merilis aplikasi ke beberapa wilayah di seluruh dunia hanya dengan beberapa klik.
- Biaya terjangkau : total biaya kepemilikan AWS lebih rendah dibandingkan dengan menyewa dedicated maupun private server.
Location Data Center yang di Support AWS
AWS memiliki infrastruktur global yang terdiri dari:
- 33 Regions (Wilayah) – cluster data center di lokasi geografis tertentu
- 105+ Availability Zones – pusat data terpisah dalam satu Region
- 400+ Point of Presence – lokasi cache untuk CloudFront dan Local Zones
Region Penting untuk Asia:
- Asia Pacific (Jakarta) – Indonesia
- Asia Pacific (Singapore)
- Asia Pacific (Tokyo)
- Asia Pacific (Mumbai)
- Asia Pacific (Sydney)
Pertimbangan Memilih Region:
- Kedekatan dengan pengguna akhir
- Compliance dan regulasi data
- Ketersediaan layanan tertentu
- Biaya operasional
Metode Pembayaran AWS
Kartu Kredit/Debit
- Visa, MasterCard, American Express
- JCB (untuk region tertentu)
- Kartu debit (tergantung negara dan issuer)
Transfer Bank
- Wire transfer/ACH (AS)
- Direct debit (beberapa negara)
- Virtual account (tergantung region)
Lainnya
- Check/cheque (terbatas untuk enterprise)
- AWS Promotional Credit

