Apa itu Alertmanager Prometheus ? Dalam ekosistem monitoring modern berbasis Prometheus, Alertmanager memainkan peran yang sangat penting.
Meskipun Prometheus mampu mengumpulkan metrik dan mengevaluasi aturan alert, ia membutuhkan komponen khusus untuk menangani notifikasi dan manajemen alert. Di sinilah Alertmanager hadir sebagai solusi.
Pengertian Alertmanager
Alertmanager adalah komponen open-source dalam arsitektur Prometheus yang bertanggung jawab untuk mengelola, mengelompokkan, menghapus duplikasi, dan mengirimkan notifikasi alert.
Alertmanager menerima alert dari client Prometheus (terutama Prometheus Server) dan kemudian memprosesnya sebelum mengirimkannya ke berbagai kanal notifikasi.
Fungsi Utama Alertmanager
1. Pengelompokan Alert (Grouping)
Alertmanager mengelompokkan alert yang terkait menjadi satu notifikasi.
Misalnya, jika 50 instance mengalami masalah jaringan secara bersamaan, kamu akan menerima satu notifikasi yang menjelaskan situasi tersebut, bukan 50 notifikasi terpisah.
2. Penghapusan Duplikasi (Deduplication)
Ketika beberapa alert yang identik tiba secara bersamaan, Alertmanager akan menggabungkannya menjadi satu notifikasi, menghindari “bombardir” notifikasi yang tidak perlu.
3. Penekanan Alert (Inhibition)
Alertmanager memungkinkan konfigurasi di mana alert tertentu dapat menekan alert lainnya.
Contoh: jika seluruh cluster down, alert untuk masing-masing service di dalam cluster dapat ditekan karena root cause-nya sudah diketahui.
4. Penanganan Silence
Kamu dapat mengonfigurasi periode silence (diam) untuk alert tertentu, baik secara manual melalui UI maupun otomatis melalui API, misalnya selama periode maintenance terjadwal.
5. Pengiriman ke Berbagai Kanal (Routing)
Alertmanager mendukung pengiriman notifikasi ke berbagai kanal:
- Slack, Microsoft Teams, Discord
- PagerDuty, OpsGenie (untuk on-call engineer)
- Webhook (untuk integrasi dengan sistem lain)
- Pushover, Telegram
Alur Kerja Detail Alertmanager
- Prometheus Server secara berkala mengevaluasi aturan alert yang didefinisikan dalam file konfigurasi
- Ketika kondisi alert terpenuhi, Prometheus mengirimkan alert ke Alertmanager
- Alertmanager menerima alert dan menerapkan logika pengelompokan, penghapusan duplikasi, dan penekanan
- Alertmanager mengirimkan notifikasi yang sudah diproses ke kanal yang telah dikonfigurasi
- Pengguna atau tim menerima notifikasi yang terstruktur dan informatif
Keunggulan Menggunakan Alertmanager
- Notifikasi yang Terkelola: Mencegah overload notifikasi dengan pengelompokan yang cerdas
- Fleksibilitas Integrasi: Mendukung berbagai platform notifikasi populer
- Manajemen State Alert: Mempertahankan status alert dan memungkinkan penanganan manual
- High Availability: Dapat dijalankan dalam mode cluster untuk redundansi
- Antarmuka Web: Menyediakan UI untuk melihat dan mengelola alert yang aktif
Meskipun Prometheus mampu mendeteksi masalah, Alertmanager lah yang bertugas mengkomunikasikan masalah tersebut secara efektif kepada tim yang tepat.
Dengan kemampuan pengelompokan, penghapusan duplikasi, dan routing yang canggih, Alertmanager memastikan bahwa tim operasional menerima notifikasi yang relevan, terstruktur, dan dapat ditindak lanjut tanpa mengalami alarm fatigue.
Dengan memahami dan mengimplementasikan Alertmanager dengan baik dan Apa itu Alertmanager Prometheus, organisasi dapat membangun sistem monitoring yang tidak hanya mendeteksi masalah, tetapi juga memfasilitasi respon yang cepat dan tepat terhadap insiden yang terjadi di lingkungan production.

