Memiliki Virtual Private Server (VPS) sendiri kini bukan lagi barang mewah. Dengan VPS, performa website atau aplikasi kamu akan lebih stabil dan aman.
Jika kamu tertarik menggunakan layanan dari SumoPod, berikut adalah panduan mudah Cara Membuat VPS di SumoPod.
Dashboard SumoPod
Pilih kategori INFRASRUCTURE -> VPS -> Create VPS untuk membuat vps baru di sumopod.

Masukan VPS Name misalnya “VPS Geeks LAB” dan Select Region Singapore atau Indonesia.

Select Operating System VPS contoh disini menggunakan “Ubuntu Server 24.04 LTS 64bit“, Select Server Plan atau resource CPU, RAM, Storage, dan Egress.
Menyesuaikan sesuai kebutuhan yang akan dijalankan pada VPS SumoPod.

VPS Creation Agreement, Provider SumoPod prohibited VPN/Proxy, Crypto Mining, Scraping, Toreents, dan Bots.

Tunggu sampai proses Provisioning Your VPS selesai.

VPS SumoPod Ubuntu Server 24.04 LTS 64bit status active.

Remote SSH VPS
Setelah membuat VPS SumoPod selesai, tahap selanjutnya melakukan remote ssh ke ubuntu server 24.04 LTS 64bit, aplikasi remote client yang digunakan yaitu PuTTY.
Masukan IP Public VPS SumoPod Ubuntu Server 24.04 LTS 64bit pada kolom Host Name (or IP address), untuk port SSH default 22. Open

Saat pertama kali melakukan remote client ssh akan muncul “PuTTY Security Alert“, Accept.

Masukan Username dan Password VPS Ubuntu Server 24.04 LTS 64bit, yang digenerate saat pembuatan VPS pada SumoPod.

Tampilan terminal Ubuntu Server 24.04 LTS 64bit, lakukan update dan upgrade package dengan perintah dibawah.
sudo apt update && sudo apt upgrade -y

Cek Virtualization VPS
virt-what
Tool yang dirancang khusus untuk mendeteksi virtualisasi.
sudo apt install virt-what
sudo virt-what

Systemd Detect Virt
Jika VPS menggunakan systemd (mayoritas OS modern), perintah ini sangat cepat.
sudo systemd-detect-virt
Dmidecode
Membaca informasi hardware.
sudo dmidecode -s system-product-name
atau
sudo dmidecode -s system-manufacturer
Benchmark VPS
Bash script tersebut akan mulai melakukan benchmark pada server. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 1-5 menit tergantung kecepatan server.
wget -qO- bench.sh | bash

Output hasil benchmark akan mencakup:
- Informasi sistem: Tipe CPU, jumlah core, dan frekuensi prosesor
- Test I/O Disk: Kecepatan baca tulis dari disk server (dalam MB/s)
- Test Kecepatan Jaringan: Kecepatan download dari beberapa server di berbagai lokasi
Penjelasan hasil benchmark:
- Processor: Menunjukkan tipe CPU yang digunakan oleh server.
- CPU Cores: Menunjukkan jumlah core prosesor.
- Frequency: Kecepatan clock prosesor.
- RAM: Kapasitas RAM.
- Disk Speed (I/O): Mengukur kecepatan baca/tulis dari disk server. Kecepatan yang tinggi (di atas 200 MB/s) menunjukkan performa yang baik, terutama jika menggunakan SSD atau NVMe.
- Network Speed Test: Menunjukkan kecepatan jaringan dari beberapa lokasi server. Kecepatan yang tinggi menunjukkan koneksi internet yang baik.
Ping dari Komputer ke VPS
Provider internet yang digunakan untuk melakukan ping adalah Telkom IndiHome ke VPS region singapore, hasilnya 35 – 24 ms.

