Class SFP EPON dan GPON
Class SFP EPON dan GPON

Class SFP EPON dan GPON

SFP bertugas mengubah sinyal listrik menjadi optik (dan sebaliknya) untuk ditransmisikan melalui kabel serat optik.

Namun, tidak semua SFP PON sama. Mereka diklasifikasikan ke dalam class tertentu, terutama pada standar GPON (Gigabit PON) dan EPON (Ethernet PON).

Klasifikasi ini menentukan kemampuan daya pancar (transmit power) dan sensitivitas penerimaan (receiver sensitivity).

Sederhananya, simbol plus + ini menunjukkan kekuatan dari modul tersebut. Semakin banyak tanda plus, semakin besar daya pancar (Tx Power) yang dihasilkan oleh modul OLT untuk menjangkau pelanggan yang lebih jauh atau melewati pembagi sinyal (splitter) yang lebih banyak.

EPON

SFP EPON PX+ / PX++ / PX+++ / PX++++ adalah serangkaian standar  untuk modul SFP (Small Form-factor Pluggable) yang digunakan pada perangkat OLT (Optical Line Terminal) dalam jaringan EPON (Ethernet Passive Optical Network).

Terlepas dari perbedaan kelas dayanya, semua modul ini umumnya memiliki spesifikasi dasar yang sama.

  • Data rate 1.25 Gbps untuk upstream dan downstream.
  • Wavelength transmiter (Tx) di 1490 nm (arah downstream dari OLT ke ONU), received (Rx) di 1310 nm (arah upstream dari ONU ke OLT).
  • Konektor tipe SC (Square Connector), menggunakan laser DFB untuk pemancar dan detektor APD untuk penerima burst mode.

PX20+

Ini adalah kelas yang paling umum digunakan untuk deployment FTTH standar. Dengan daya pancar rata-rata sekitar 4 dBm, modul ini menggunakan detektor penerima PIN-TIA .

Modul PX20+ ideal untuk lingkungan dengan pembagi optik (splitter) rasio 1:32 atau untuk pelanggan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Central Office (CO).

Ini adalah keseimbangan terbaik antara biaya dan performa untuk kebutuhan rata-rata.

PX20++

Ketika operator ingin melayani lebih banyak pelanggan dalam satu serat (misalnya split ratio 1:64), mereka membutuhkan “sinyal yang lebih kuat”. Di sinilah peran PX20++, Daya pancarnya meningkat hingga kisaran 5-6 dBm .

Untuk menangkap sinyal balik dari ONU (yang sangat lemah karena terbagi), modul ini biasanya sudah dilengkapi dengan receiver APD-TIA (Avalanche Photodiode) yang jauh lebih sensitif dibandingkan PIN standar .

PX20++++

Modul ini adalah “monster” di dunia EPON. Dengan daya pancar di atas +7 dBm (bahkan ada yang menyentuh +8 dBm), PX20++++ dirancang untuk kondisi yang sangat menantang, seperti:

Redaman Tinggi, jaringan dengan splitter cascading (bertingkat) atau jarak serat yang sangat panjang (mendekati batas fisik 20km namun dengan redaman tinggi).

Kebutuhan Khusus, biasanya digunakan pada OLT untuk menjangkau pelanggan enterprise atau backbone tertentu .

Karena dayanya yang sangat tinggi, modul ini harus digunakan dengan perhitungan redaman yang cermat. Jika tidak, sinyal yang terlalu kuat justru dapat membakar receiver pada sisi ONU pelanggan.

GPON

GPON SFP B+, C+, C++, C+++, dan C++++ adalah klasifikasi standar untuk modul optik yang digunakan dalam jaringan serat optik GPON (Gigabit Passive Optical Network).

Meskipun kekuatannya berbeda, semua kelas GPON SFP ini memiliki karakteristik dasar yang sama.

  • Speed  Asimetris (2.488 Gbps Download / 1.244 Gbps Upload).
  • Wavelenght Transmiter (Tx) 1490 nm, Received (Rx) 1310 nm.
  • Konektor umumnya menggunakan tipe SC.
  • Distance Secara fisik mampu mencapai puluhan kilometer, tergantung kelasnya.

B+

B+ adalah kelas yang paling umum dan ekonomis. Ini adalah tulang punggung sebagian besar jaringan FTTH (Fiber to The Home) perkotaan.

Kelebihan harga terjangkau, konsumsi daya rendah, dan sudah cukup untuk kebutuhan splitter rasio rendah (1:32 atau 1:64) dalam jarak dekat.

Kekurangan link budget terbatas. Jika jaringan memiliki banyak sambungan (splice) atau kabel meliuk-liuk tajam, sinyal B+ mungkin tidak cukup kuat.

C+

C+ pengembangan dari B+ yang lebih perkasa. Banyak operator mulai beralih ke C+ karena harganya yang tidak terlalu mahal namun memberikan “nafas” lebih untuk jaringan.

Kelebihan memberikan toleransi lebih tinggi terhadap redaman (loss). Cocok untuk daerah dengan topologi yang kurang ideal atau splitter 1:128.

C++

Memasuki level C++, kita mulai berbicara tentang perangkat keras yang serius. Modul ini mulai menggunakan APD (Avalanche Photodiode) sebagai penerima, bukan PIN dioda biasa.

Kelebihan APD memungkinkan modul mendeteksi cahaya yang sangat redup. Cocok untuk jarak menengah hingga jauh (hingga 40-60 km).

C+++

C+++ sering disebut sebagai modul High Power. Pada titik ini, daya pancarnya bisa mencapai hingga +10 dBm.

Karena sangat kuat, modul C+++ biasanya membutuhkan attenuator (peredam) jika diuji dalam jarak pendek (kurang dari 10 km) untuk mencegah kerusakan pada penerima di sisi lain karena kelebihan cahaya (overload).

C++++

C++++ adalah level tertinggi dalam standar kelas GPON standar saat ini.

Kelebihan mampu mentransmisikan sinyal hingga 100 km atau lebih. Penggunaan tidak umum digunakan untuk pemasangan rumah biasa (FTTH).

Biasanya digunakan untuk Backhaul atau menghubungkan antar menara (tower) yang sangat berjauhan di mana tidak ada jaringan listrik untuk repeater.

Kesimpulan

Class SFP EPON ( PX20+ hingga PX++++), Class SFP GPON (B+ hingga C++++) menentukan daya pancar dan sensitivitas penerima.

Pilih kelas lebih tinggi untuk split ratio besar (1:64), redaman tinggi, atau jarak ekstrem (>100 km). Sebaliknya, kelas dasar (PX20+ / B+) cukup untuk FTTH standar.

Pastikan pemilihan kelas sesuai anggaran daya link untuk menghindari sinyal lemah atau kerusakan akibat kelebihan cahaya.