Memahami Routing Protocol OSPF
Memahami Routing Protocol OSPF

Memahami Routing Protocol OSPF (Open Shortest Path First)

Dalam dunia jaringan komputer, routing protocol berfungsi seperti peta digital yang memandu data agar sampai ke tujuan dengan tepat.

Di antara berbagai jenis routing protocol yang ada, OSPF (Open Shortest Path First) adalah salah satu yang paling populer, terutama pada jaringan skala besar dan enterprise.

Artikel ini akan membantu kamu memahami Routing Protocol OSPF secara mendalam, mulai dari konsep dasar, cara kerja, hingga keunggulannya.

Apa Itu OSPF?

OSPF (Open Shortest Path First) adalah salah satu routing Link State. yang artinya setiap router yang menjalankan routing protcol OSPF akan memiliki informasi yang lengkap tentang topologi jaringan yang ada.

OSPF sering digunakan pada jaringan skala besar, hal ini dikarenakan keunggulan OSPF yang memungkinkan untuk mencapai kondisi converage dengan cepat.

Selain hal tersebut, OSPF memiliki beberapa keunggulan yang lain. Diantaranya adalah classless routing protcol, summarization, load balancing, dll.

Berikut sejarah dari mulai dikembangkannya OSPF hingga sekarang.

History Routing Protocol OSPF

History Routing Protocol OSPF
History Routing Protocol OSPF

Karakteristik OSPF

Protokol routing OSPF memiliki beberapa karakteristik seperti berikut:

Karateristik OSPF
Karateristik OSPF

Kelebihan OSPF

OSPF memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan beberapa routing protocol lain. Jika dibanding dengan RIP, tentu saja OSPF jauh lebih hebat.

Namun jika dibanding dengan EIGRP, mungkin masih banyak orang yang belum tahu. Berikut table yang menunjukan kelebihan OSPF jika dibanding dengan EIGRP.

Perbandingan Karakteristik Routing OSPF dengan EIGRP
Perbandingan Karakteristik Routing OSPF dengan EIGRP

Apa itu SIA dan Traffic Engineering?

SIA (Stuck In Active), Merupakan sebuah masalah yang hanya ada dalam routing protocol EIGRP. Untuk memahami tentang masalah SIA ini, perhatikan gambar dibawah.

Stuck In Active EIGRP
Stuck In Active EIGRP

Dari gambar diatas kita bisa melihat bawha R1 mengirimkan query (Routing Update) ke R2. Setelah mengirim query ke R2, R1 akan menunggu balasan dari R2 selama 3 Menit. Jika ternyata R2 tidak memabalasa query tersebut dalam 3 menit maka R1 akan menghapus adjacency antara dirinya dengan R2.

Traffic Engineering, merupakan sebuah proses pemilihan aliran trafik yang melewati jaringan dengan tujuan menyeimbangkan beban traffic pada berbagai jalur dan titik dalam network sehingga kinerja dan kinerja resource jaringan dapat dioptimalkan.

Berikut sebuah keterangan yang menunjukan bahwa EIGRP tidak support Trafic Engineering. “EIGRP is currently not supported as an IGP for traffic engineering. The only two link-state IGP’s supported by MLS TE are IS-IS and OSPF”.