Optimize Perfomance Stack LOMP
Optimize Perfomance Stack LOMP

Optimize Perfomance Stack LOMP Spec 1GB, CPU 1 Core

Memiliki server dengan spesifikasi terbatas seperti RAM 1GB dan CPU 1 Core memang menjadi tantangan tersendiri.

Namun, dengan konfigurasi yang tepat, stack LOMP (Linux, OpenLiteSpeed, MySQL, PHP) dapat berjalan optimal dan stabil untuk menangani trafik situs web yang moderat.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah Optimize Perfomance Stack LOMP untuk server low-end, memastikan setiap komponen berjalan dengan efisien.

System-Level Optimization

Aktifkan Swap

Dengan RAM 1GB, mengaktifkan swap wajib dilakukan untuk mencegah MariaDB mengalami crash saat beban kerja tinggi, Buat file swap berukuran 1GB–2GB.

Periksa Swap apakah sudah ada.

sudo swapon –show
free -h

Check Swap
Check Swap

Alokasi File Swap 1 GB

sudo fallocate -l 1G /swapfile

Perintah ini membuat file bernama /swapfile dengan ukuran 1 Gigabyte. Kamu bisa mengganti 1G dengan 1024M.

Membuat Swap File 1G
Membuat Swap File 1G

Set Permission File Swap

sudo chmod 600 /swapfile

Tandai File Sebagai Swap, Perintah ini menyiapkan file sebagai ruang swap.

sudo mkswap /swapfile

Aktfikan Swap

sudo swapon /swapfile

Verifikasi Swap Aktif

sudo swapon –show
free -h

Verifikasi Swap File
Verifikasi Swap File

Jadikan Swap Permanen (Agar Aktif Setelah Reboot)

Backup fstab

sudo cp /etc/fstab /etc/fstab.bak

Tambahkan ke fstab

echo ‘/swapfile none swap sw 0 0’ | sudo tee -a /etc/fstab

Sistem Operasi Minimal

Ubuntu 22.04 atau 24.04 (atau Debian 12) untuk menghemat RAM.

cat /etc/os-release

atau

lsb_release -a

Configure BBR

Aktifkan TCP BBR congestion control, untuk meningkatkan kinerja jaringan.

Buka file /etc/sysctl.conf dengan teks editor

sudo nano /etc/sysctl.conf

Tambahkan dua baris ini di akhir file

net.core.default_qdisc=fq
net.ipv4.tcp_congestion_control=bbr

Terapkan Perubahan, Jalankan perintah ini untuk memuat ulang konfigurasi

sudo sysctl -p

Verifikasi BBR, Untuk memastikan aktif, jalankan.

sysctl net.ipv4.tcp_congestion_control

OpenLiteSpeed Tuning

Enable LSAPI Persistence

Pastikan proses PHP tetap berjalan untuk mengurangi beban CPU.

Enable Script Handler LSAPI
Enable Script Handler LSAPI

Set PHP_LSAPI_CHILDREN

Pertahankan nilai ini tetap rendah (misalnya, 5-10) untuk RAM 1GB agar tidak terjadi kelebihan alokasi memori.

Server Confugration -> External App -> Max Connection 10

Max Connection
Max Connection

Keep-Alive

Turunkan Keep-Alive Timeout menjadi sekitar 5 detik untuk membebaskan koneksi dengan cepat. Server Confugration -> External App -> Connection Keep-Alive Timeout 5

Keep-Alive
Keep-Alive

Enable Gzip/Brotli

Aktifkan kompresi untuk mengurangi penggunaan bandwidth. Server Configration -> Tunning -> GZIP/Brotli Compression.

Enable GZIP Brotli Compression
Enable GZIP Brotli Compression

PHP Optimization

Enable OPcache

Penting untuk performa. Buka file php.ini di OpenLiteSpeed.

sudo nano /usr/local/lsws/lsphp83/etc/php/8.3/litespeed/php.ini

  • opcache.memory_consumption=128 (Maksimal 128MB untuk VPS 1GB)
  • opcache.max_accelerated_files=10000
  • opcache.validate_timestamps=0 (Hanya diatur ke 0 untuk Production)

PHP-FPM/LSAPI

Atur memory_limit ke 256M tergantung pada kebutuhan. Buka sudo nano /usr/local/lsws/lsphp83/etc/php/8.3/litespeed/php.ini

memory_limit = 256M

MariaDB/MySQL Optimization

MariaDB biasanya merupakan pengguna memori terbesar.

innodb_buffer_pool_size

Atur ini ke 256M (maksimum 300M) untuk server 1GB.

sudo nano /etc/mysql/mariadb.conf.d/50-server.cnf

Disable Unused Engines

Nonaktifkan performance_schema untuk menghemat RAM.

sudo nano /etc/mysql/mariadb.conf.d/50-server.cnf

tambahkan script dibawah

performance_schema = off

Reduce Connections

Atur max_connections ke 50-100 untuk mencegah penghentian paksa karena kehabisan memori (OOM).

sudo nano /etc/mysql/mariadb.conf.d/50-server.cnf

aktifkan script dibawah, dengan menghilangkan simbol pagar (#)

max_connection = 50

Server dengan spesifikasi 1GB RAM dan 1 Core tetap bisa menjalankan stack LOMP dengan performa baik asalkan dikonfigurasi dengan efisien.

Kunci utamanya adalah membatasi resource tiap service, mengaktifkan cache, dan memilih komponen ringan. OpenLiteSpeed menjadi pilihan tepat karena arsitektur event-driven-nya yang hemat memori dibandingkan Apache.

Dengan optimasi ini, server dapat menangani ratusan hingga ribuan pengunjung per hari dengan stabil, asalkan konten di-cache dengan baik.

Selalu uji perubahan konfigurasi secara bertahap dan pantau dampaknya terhadap performa.