Ingin mengamankan koneksi internet atau mengakses jaringan kantor dari rumah? Kamu bisa membuat VPN server pribadi dengan VPS yang kamu miliki.
Artikel ini membahas 4 software VPN Server; OpenVPN, WireGuard, SoftEther, dan Oultine yang bisa kamu instal dan konfigurasi pada VPS.
Temukan kelebihan, kekurangan, serta panduan singkat untuk memilih software yang tepat sesuai kebutuhan keamanan dan performa kamu.
VPN Server
Secara sederhana, VPN Server sebuah komputer fisik atau virtual yang bertindak sebagai perantara antara perangkat kamu (seperti laptop, ponsel) dan internet.
Server ini merupakan inti dari layanan VPN (Virtual Private Network).
Bayangkan VPN Server seperti gerbang khusus dan sangat aman di sebuah benteng (internet). Alih-alih masuk melalui gerbang utama yang ramai dan diawasi, kamu pergi melalui gerbang rahasia ini.
Penjaga di gerbang (VPN Server) ini akan menyamar kamu, mengenakan jubah pada aktivitas kamu, dan mengawani kamu selama di dalam benteng.
1. OPEN VPN

OpenVPN sebuah protokol perangkat lunak sumber terbuka (open-source) yang digunakan untuk membangun koneksi VPN yang aman dan terenkripsi.
Tidak seperti beberapa protokol VPN lain yang terintegrasi ke dalam sistem operasi, OpenVPN adalah solusi yang berdiri sendiri. Ini berarti ia dapat dijalankan di hampir semua platform, termasuk Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS.
Kekuatan utama OpenVPN terletak pada kemampuannya menciptakan “terowongan” yang sangat aman antara perangkat kamu (klien) dan server VPN. Semua data yang melewati terowongan ini dienkripsi, sehingga tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga, seperti penyedia layanan internet (ISP), peretas, atau bahkan pemerintah.
Kelebihan
Sangat Aman, Sebagai proyek open-source, kodenya telah diperiksa oleh ribuan ahli keamanan di seluruh dunia, meminimalisir kemungkinan adanya celah keamanan tersembunyi.
Sangat Stabil, OpenVPN terkenal dengan kestabilannya, bahkan pada koneksi jaringan yang fluktuatif. Kemampuannya untuk menggunakan TCP pada port 443 (port standar untuk HTTPS) membuatnya sulit diblokir.
Fleksibel dan Dapat Dikustomisasi, Dapat dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan, dari koneksi point-to-point yang sederhana hingga jaringan korporat yang kompleks.
Kompatibilitas Tinggi, Dapat berjalan di hampir semua sistem operasi dan perangkat.
Kekurangan
Konfigurasi yang Rumit, Untuk menyiapkan server OpenVPN sendiri, diperlukan pengetahuan teknis yang cukup. Prosesnya melibatkan pembuatan sertifikat dan konfigurasi file yang detail.
Kinerja Sedikit Lebih Lambat, Karena proses enkripsi yang kuat dan overhead yang lebih tinggi dibandingkan protokol seperti WireGuard®, OpenVPN bisa sedikit lebih lambat dalam hal kecepatan koneksi murni.
2. WireGuard

WireGuard protokol VPN open-source yang modern, dirancang untuk menjadi lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih aman dibandingkan dengan protokol VPN lainnya.
Diciptakan oleh Jason A. Donenfeld, WireGuard pertama kali dirilis pada 2018 dan dengan cepat mendapatkan popularitas berkat desainnya yang elegan dan efisien.
Bahkan, karena keunggulannya, WireGuard kini telah diintegrasikan secara resmi ke dalam kernel Linux, yang menjadi fondasi bagi banyak sistem operasi, termasuk Android.
Tujuan utama WireGuard adalah untuk menggantikan solusi VPN yang sudah ada dengan pendekatan yang lebih “ramping” dan mudah dikonfigurasi, tanpa mengorbankan keamanan.
Kelebihan
Karena kodenya yang ringan dan algoritma kriptografi yang efisien, WireGuard menawarkan kecepatan koneksi yang seringkali lebih baik daripada OpenVPN.
Kesederhanaan kode berarti lebih sedikit area yang rentan untuk diserang. Hanya dengan beberapa baris konfigurasi, kamu dapat menyiapkan koneksi VPN yang aman.
WireGuard dirancang untuk tetap terhubung secara konsisten, bahkan ketika berpindah jaringan (misalnya dari Wi-Fi ke seluler).
Sebagai proyek open-source, kode WireGuard dapat diperiksa oleh siapa saja. Transparansi ini membangun kepercayaan dan memastikan bahwa tidak ada backdoor yang tersembunyi.
Kekurangan
Model Keamanan yang Kaku, Anonimitas Bukan Prioritas. WireGuard dirancang dengan filosofi “secure by default”, namun pendekatan ini datang dengan trade-off utama: kurangnya anonimitas dan privasi dinamis.
Tantangan Manajemen Skala Besar, mimpi buruk administrator. Kesederhanaan konfigurasi WireGuard untuk beberapa koneksi berbalik menjadi kerumitan saat dihadapkan pada skala enterprise.
Kurangnya Fitur Enterprise yang Esensial,Desain minimalis WireGuard berarti mengorbankan banyak fitur yang sudah menjadi standar di solusi VPN perusahaan.
Masalah Kompatibilitas Jaringan, Terhalang Firewall dan NAT. WireGuard secara default menggunakan port UDP 51820. Port ini sering diblokir.
3. SofEther

SofEther sebuah implementasi perangkat lunak dari sebuah Ethernet Switch yang berjalan di atas lapisan VPN. Dibuat sebagai proyek penelitian akademik di Universitas Tsukuba, Jepang, SofEther memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengelola server VPN dengan fleksibilitas yang sangat tinggi.
Yang membedakan SofEther dari yang lain adalah filosofi desain kompatibilitas. SofEther didesain untuk meniru berbagai protokol VPN populer, memungkinkan klien VPN native dari sistem operasi (seperti Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS) untuk terhubung tanpa perlu menginstal perangkat lunak klien khusus.
Kelebihan
Kompatibilitas Universal yang Tak Tertandingi, Server Multi-Protokol Sebuah server SofEther tunggal dapat secara bersamaan menerima koneksi dari berbagai protokol VPN.
Kinerja dan Kecepatan yang Sangat Tinggi, Optimasi untuk Latensi Tinggi, Protokolnya lebih tahan terhadap latency dan packet loss yang umum terjadi di koneksi internet publik, sehingga koneksi terasa lebih responsif.
Keamanan Kelas Enterprise yang Kuat. Enkripsi Mutakhir, Menggunakan enkripsi AES 256-bit dan pertukaran kunci RSA 2048/4096-bit, yang setara dengan standar keamanan yang digunakan oleh perusahaan dan pemerintah.
Open-Source dan Gratis Sepenuhnya. Tanpa Biaya Lisensi, SofEther perangkat lunak open-source yang dapat diunduh, digunakan, dan diterapkan secara gratis, baik untuk penggunaan pribadi maupun korporat.
Stabilitas dan Kemudahan Integrasi. Stabil untuk Penggunaan 24/7, Didesain untuk dapat berjalan terus-menerus dengan uptime yang tinggi, cocok untuk deployment server yang kritis.
Kekurangan
Kelengkapan fitur berbanding lurus dengan kompleksitas konfigurasinya. Pengguna pemula dapat dengan mudah kewalahan dengan banyaknya pengaturan advanced.
Tampilan GUI yang Kuno,.SoftEther Server Manager untuk Windows memiliki antarmuka grafis yang terlihat kuno dan tidak modern, yang mungkin kurang intuitif bagi pengguna yang terbiasa dengan desain perangkat lunak kontemporer.
“With Great Power Comes Great Responsibility”, Fleksibilitasnya yang tinggi berarti juga ada lebih banyak peluang untuk kesalahan konfigurasi yang dapat menimbulkan celah keamanan.
Membutuhkan Pemeliharaan, Dibandingkan dengan solusi yang lebih sederhana, SoftEther mungkin membutuhkan lebih banyak pemantauan dan pemeliharaan untuk memastikan keamanan dan stabilitasnya dalam jangka panjang.
4. Outline

Outline VPN proyek sumber terbuka (open-source) yang dikembangkan oleh Jigsaw, sebuah divisi inovasi dari Alphabet Inc. (perusahaan induk Google). Berbeda dengan
kebanyakan penyedia VPN komersial, Outline tidak menyediakan layanan VPN siap pakai.
Sebaliknya, Outline menyediakan alat (tool) bagi pengguna atau organisasi untuk membuat dan mengelola server VPN mereka sendiri dengan mudah.
Kelebihan
Kemudahan Penggunaan, Membuat server VPN pribadi tidak pernah semudah ini, bahkan untuk mereka yang tidak memiliki latar belakang teknis yang mendalam.
Kontrol Penuh, kamu mengendalikan sepenuhnya server dan infrastruktur kamu, tidak bergantung pada penyedia VPN pihak ketiga.
Keamanan dan Transparansi, Sifatnya yang open-source menjamin bahwa tidak ada praktik mencurigakan dalam perangkat lunaknya.
Performansi yang Baik, Dengan menggunakan server cloud yang kamu pilih, kamu dapat menikmati kecepatan koneksi yang optimal karena tidak berbagi server dengan ribuan pengguna lain.f
Kekurangan
Bukan Solusi “All-in-One”, Outline hanyalah alat. Kamu masih perlu menyewa dan membayar biaya server cloud sendiri. Biaya ini biasanya berdasarkan pemakaian (per jam atau per bulan).
Tanggung Jawab pada Pengguna, Keamanan dan privasi akhirnya menjadi tanggung jawab kamu sendiri. Kamu harus memastikan keamanan server dan memilih penyedia cloud yang terpercaya.
Tidak Ada Alamat IP Bersama, Karena kamu menggunakan server dedicated, alamat IP server kamu adalah milik kamu sendiri. Ini bisa menjadi keuntungan atau kerugian, tergantung kebutuhan. Untuk aktivitas yang membutuhkan anonimitas tinggi, alamat IP dedicated mungkin kurang ideal.

